Halaman

Amazon


Jumat, 09 Desember 2011

Hari Anti Korupsi

Hari ini merupakan hari anti korupsi sedunia, diselenggarakan juga di Indonesia. Hari yang bermakna untuk mengajak masyarakat memerangi korupsi menjadi hari yang penuh dengan paradoks buat kita. Sejumlah permasalahan hukum yang berkaitan dengan tindak korupsi masih menjadi perhatian masyarakat dalam penyelesaiannya. Sering terjadi penyelesaian yang didapat malahan membuat keprihatinan masyarakat, lantaran banyak koruptor melenggang bebas dengan bangganya.

Berbagai pernyataan petinggi republik ini meneriakkan pemberantasan korupsi dengan cara yang yang masif. Bahkan ada yang akan menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, sampai perlu peluru dan penembak jitu segala.

Minggu ini sudah dilakukan pemilihan pimpinan kpk yang baru, oleh dpr yang terhormat. Proses pemilihan masih ditenggarai berbau aroma kepentingan yang melekat dari para stakeholder, kecuali masyarakat. Bagi masyarakat bukan siapa dan apa yang menjadi lembaga atau institusi negara yang berwenang menghadapi korupsi, tetapi karya nyata kesejahteraan yang berada dalam tengah-tengah masyarakat yang didamba.

Apa yang selama ini didambakan masyarakat hanya menjadi mimpi belaka, yakni kesejahteraan.

-pg-

Jumat, 22 Juli 2011

Mensejahterakan Rakyat Melalui Isu

Memangnya dia kenapa pak? tanya anakku sewaktu aku menggumam tatkala melihat siaran televisi yang menayangkan talkshow mengenai kondisi politik saat ini. Wah,, ternyata anakku memperhatikan aku saat keseriusan dan muka heran terpancar dari wajahku saat acara tersebut. Belum genap usia anakku lima tahun, tetapi perasaan dan emosi anak-anaknya seakan tidak terpancar saat ia mengatakan pertanyaanya. Seperti menginginkan jawaban yang cepat dan bisa dia mengerti mengenai kenapa bapaknya tampak serius menonton acara televisi tersebut.

Lalu apa yang harus aku jelaskan mengenai siaran televisi tadi, mau menceritakan kondisi politik saat ini jelas tidak mungkin bisa dicerna olehnya. Hmmm,,, susah juga menjawabnya. Timbul pertanyaan lain dalam hatiku, bagaimana anakku bisa membaca perubahan mimik serius yang terpancar dari bapaknya dan seperti menduga-duga ada sesuatu yang lain dari tontonan tersebut.

Isu sosial, politik dan keamanan memang menjadi sangat trend saat ini. Hampir semua orang memperbincangkannya dalam berbagai kesempatan dan berbagai tempat. Seakan isu tersebut merupakan menu harian dan wajib untuk jadi bahan perbincangan informal bagi sebagian besar masyarakat kita. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana ini bisa terjadi....

Media merupakan salah satu faktor yang memberikan sumbangsih terbesar dalam membuat opini publik yang dapat menyebar secara masif. Berbagai isu yang sepertinya tidak memiliki nilai berita bisa menjadi gunjingan publik secara luas. Wahhh,,,, hebat.

Fakta terbesar saat ini adalah kemiskinan dan keterpurukan kesejahteraan masyarakat seakan tidak ada nilainya atau tidak layak menjadi pergunjingan luas karena tidak ada media yang mengangkatnya secara intens. Masyarakat dijejali oleh berita mengenai perseteruan politik atau ataupun intrik para pejabat negara yang semakin mahir dan advance untuk memberikan pernyataan-pernyataan bodoh mengenai suatu isu yang notabene bukan tanggungjawabnya. Melupakan peran sebenarnya yang harus mengurus rakyat, malahan seakan mengeksploitasi kemampuan intelektualnya kepada isu-isu yang tidak ada hubungannya dengan mensejahterakan rakyat.

Celakanya, pimpinan tertinggi di republik ini juga ikut nimbrung pada urusan isu daripada memikirkan bagaimana seharusnya rakyat bisa sejahtera. Rupanya urusan hajat hidup orang banyak serta kesejahteraan bukanlah prioritas untuk hanya sekedar dipikirkan apalag untuk dicarikan solusi dan penerapannya. Kasihan rakyat, penderitaan dan himpitan ekonomi semakin kuat mencengkeram, ternya pejabat negaranya hanya sibuk untuk adu argumentasi dan berdiskusi mengenai kemapuan intelektualnya masing-masing.

Lalu bagaimana dengan kami, rakyat yang sedang terhimpit oleh kemiskinan. Bisakah kami bertahan untuk menghadapi segala tantangan kedepan bersama pejabatnya yang gemar mengumbar isu.............

Rupanya pejabat negara sekarang mensejahterakan rakyatnya dengan isu.............
Malangnya kami,,,,,,,

-pHg-

Senin, 20 Juni 2011

Menertawakan Diri sendiri

Tertawa, sering sekali dilakukan oleh kita. saat melihat atau mendengar kejadian lucu atau sesuatu yang menggelitik perhatian. Secara alamiah tertawa membuat seseorang senang dan bahagiah. Pelepasan emosi yang begitu ceriah dan senang yang membahagiahkan. Ekspresi tertawa merupakan ekspresi yang menyenangkan, baik bagi orang yang sedang tertawa maupun buat orang yang melihatnya.

Acara dan kegiatan bersama keluarga umumnya akan menimbulkan kesenangan dan keceriaan yang akhirnya akan ada canda serta tawa yang menyelingi. Saat-saat bergurau dan berkumpul bersama teman, handai taulan serta kerabat juga akan diselingi canda dan tawa. Tertawa merupakan bentuk emosi yang menandakan kesenangan dan keceriaan bagi pelakunya.

Sekarang ini tertawa bukan lagi sebagai bentuk keceriaan atau kesenangan. Ditengah hiruk pikuk politik yang serba tak menentu dan kondisi sosial serta ekonomi yang semakin sulit, tertawa merupakan barang langkah yang sulit dicari. Setiap hari, dari mulai pagi berdesakan, berebutan di transportasi umum, balapan di jalan raya hanya untuk menuju lokasi kerja atau aktivitas rutin lainnya yang memang semakin menjemukan, membuat orang tidak lagi kelihatan bahagiah, tidak kelihatan senang bahkan cenderung cemas dan stress.

Tertawa sekarang bukan kepada apa yang lucu atau apa yang membuat senang, tertawa sekarang adalah refleks ketidakpastian yang menekan terus menerus kedalam emosi dan membuat kecemasan, kesedihan, kekhawatiran menjadi titik paling puncak dan beralih menjadi tersenyum, dan kemudian tertawa dalam ketidak pastian.

Tertawa yang tidak membahagiahkan menjadi suatu personifikasi dari kegetiran hidup yang semakin menghimpit. Menertawakan diri sendiri sebagai bentuk ketidakadilan, kegetiran serta peratapan terhadap kondisi diri sendiri untuk tidak merujuk ketempat lain.

Tertawa dalam keprihatinan dimana struktur sosial kemasyarakatan sudah tidak lagi berada pakemnya dan cenderung terbalik-balik, kisah nyata dimana sang dewa adalah hedonisme yang semakin menggila. Korupsi dan koruptor serta ketidakjujuran seakan bukan lagi prilaku yang dianggap salah atau menyimpang dari tatanan kemasyarakatan melainkan sudah menjadi budaya yang harus diberdayakan terus menerus. Semakin tinggi tingkat ketidak jujuran, semakin banyak tindak korupsi merupakan suatu prestasi yang dianggap membanggakan pada zaman hedonisme ini.

Menertawakan diri sendiri merupakan jalan pintas agar dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa terhadap anomali sosial seperti ini.

pHg

Selasa, 14 Juni 2011

Pagi Kereta-ku

Selamat pagi ,,,,
Setiap hari kerja, sebagaimana layaknya ratusan ribu orang di Ibukota, menjalankan aktifitas rutinitas kerja dengan menggunakan kereta api/listrik. Angkutan massal yang murah dan meriah ini semakin meriah karena penumpang didalamnya penuh sesak dan cenderung tumpah ruah keatas. Pemandangan yang sangat biasa untuk angkutan massal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun silam sampai sekarang masih merupakan trend yang tidak bisa dihilangkan. Mungkin ciri khas ini bisa ditambahkan ke dalam kategori Ibukota Jakarta mengikuti macet dan banjir.

Perjuangan menumpang kereta cenderung agak berat, dari mulai menunggu kedatangan kereta yang lebih senang terlambat, ketidakmampuan mengakomodasi penumpang yang secara serentak dari berbagai penjuru untuk berburu kereta, sampai dengan persiapan tenaga dalam yang cukup untuk tidak mudah pingsan saat berdesakan didalamnya. Masih ada plusnya yaitu, ketika listrik yang menjadi tenaga kereta padam, wah,, bisa-bisa tidak kuat alias pingsan,, atau paling tidak kehausan dan kelelahan yang luar biasa akibat keringat yang terus mengalir dan menahan untuk tidak terjepit.

Kereta pagi hari untuk transportasi ke tempat kerja adalah transportasi yang diandalkan oleh sebagian besar orang. Transportasi ini juga keseringan mengecewakan untuk bisa diandalkan.....

Kereta pagi hari yang bila saatnya harus menjalani perawatan dan masuk depo, lebih memilih pagi hari sebagai waktu perawatan dan tidak akan ada yang menggantikan peranannya untuk mengantarkan ribuan penggunanya karena kereta pagi hari hanya sendirian. Yah kesendirian kereta yang memiliki peran yang sangat vital bagi kelangsungan roda perekonomian, mengantarkan para pekerja untuk membangkitakan ekonomi.

Saat kereta tidak beroperasi, saat itu pula kantor banyak mengalami masalah. Kalkulasi penggajian tidak bisa mengeluarkan gaji karena pekerjanya tidak terantar, makan siang tidak dapat lagi menitip staf umum, karena tidak terantar, dan masih banyak lagi kekacauan kantor karena para pekerjanya tidak terantar.

Selamat pagi keretaku..............

Senin, 13 Juni 2011

Mimpi

Pernahkah kita membayangkan akan menjadi sesuatu kelak di kemudian hari... mungkin sebagian besar orang memiliki mimpi atau cita-cita yang digantungkan sebagai harapan akan bagaimana kemudian hari kelak. Memiliki cita-cita saat sekarang bisa dikatakan sebagai memiliki mimpi. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, yang riil adalah pada saat seorang memiliki cita-cita maka orang tersebut juga memiliki mimpi.

Banyak sekali mimpi yang diidamkan oleh seseorang, yang jelas bermimpi juga mempunyai daya dorong untuk memberikan harapan kepada seseorang. Terlepas bahwa mimpi tersebut indah atau buruk, menyenangkan atau menyakitkan, mimpi adalah sebuah mimpi....

Kamis, 17 Maret 2011

Doa

Apa yang terjadi pada hari esok dan apa yang kita harapkan untuk esok hari tidaklah selalu sama. Pengharapan akan hari esok adalah pengharapan atas resume dan perkiraan kita sebagai manusia yang selalu menjaga agar semua ritme terjaga menurut kita. Ritme tersebut dapat berupa semangat, motivasi, harapan dan ekonomi. Namun, apapun yang kita harap, cita, kemauan serta motivasi tidak akan selalu memuaskan kita sebagai manusia tanpa adanya komunikasi intens serta kepasrahan kepada Allah, dengan jalan Doa.

Doa membuka semua kekayaan dan kebaikan Allah bagi kita. Allah tidak akan menahan kebaikanNya apabila kita datang kepadaNya dalam kesusahan kita, kebutuhan kita, sukacita kita, bahkan dalam keheningan saat kita tidak tahu apa yang akan kita ucapkan. Tetapi alasan untuk kemurah-anNya bukanlah karena kita meminta kepadaNya, melainkan karena Ia baik. Bagi orang lain, bahkan seorang ayah atau ibu, mungkin memberi karena orang yang meminta dari mereka mendesak (menuntut). Allah memberi karena Ia baik. Ia bersuka dengan pemberianNya, dan Ia memberi melebihi apa yang kita minta. (Disadur dari Claretian Publication)

Oleh karena kita mempunyai jaminan akan hal ini, maka sebaiknya fokus utama kita dalam doa bukanlah pada apa yang menjadi kebutuhan kita, tetapi mari berfokus pada membangun relasi dengan Allah dan untuk mengenal Allah semakin hari semakin lebih baik.

Seruan Yesus di atas bagi kita untuk meminta, mencari dan mengetuk juga bisa menjadi sebuah undangan bagi kita untuk mencari wajah Allah dan mengetuk pintu rumahNya agar kita boleh berdiam di rumah Allah senantiasa. Dengan demikian kita akan mempunyai keyakinan yang lebih dalam meminta, bahwa Allah itu baik dan senantiasa memberikan apa yang terbaik bagi kita.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. - Mat 7:7

sumber : Bahasa Kasih

Kamis, 24 Februari 2011

Selalu Dekat Dengan Diri Nya

Saat ini sudah mendekati akhir bulan ke dua pada tahun 2011. Penuh harapan dan asa sejak saat memasuki tahun 2011. Namun, sepertinya tahun 2011 dan ke depan akan makin sulit dilalui oleh kami. Banyak sekali permasalahan yang datan menghampiri dalam tahun ini.

Perekonomian merupakan hal yang paling besar yang membuat sebagian besar masyarakat menjadi semakin tertekan. Penghasilan dan pendapatan kian hari kian tidak dapat mengkonpensasi pengeluaran rutin sekalipun. Berbagai gejolak kemasyarakatan, sosial terjadi dengan spontan dan tak terkendali hampir sama dengan gejolak harga barang-barang pokok. Situasi semakin sulit untuk bergerak, berusaha, maupun untuk berfikir tenang.

Keterpurukan merupakan fenomena natural yang akan dihadapi oleh sebagian besar orang. Hal tersebut juga bisa dialami oleh kita dan yang lainnya. Harus dihadapi, dicarikan solusi yang tepat dan harus dilalui. Bagaimana caranya,,,,

Kalau kita hanya berpegang dengan kemampuan diri sendiri, memang terlalu berat, bahkan mungkin tidak dapat diatasi. Betapa secara luas keterpurukan ekonomi sudah hampir merata. Saat ini, yang terbaik yang harus dilakukan adalah meminta pertolongan Sang Kuasa. Memohon agar Ia ikut terlibat dalam segala aktivitas kehidupan kita, memohon agar segala dan semua beban bisa dilewati dengan Kasih dan Pertolongan Nya. Menjauhkan dari cobaan dan memohon agar bisa selalu dekat dengan diriNya.