Halaman

Amazon


Kamis, 17 Maret 2011

Doa

Apa yang terjadi pada hari esok dan apa yang kita harapkan untuk esok hari tidaklah selalu sama. Pengharapan akan hari esok adalah pengharapan atas resume dan perkiraan kita sebagai manusia yang selalu menjaga agar semua ritme terjaga menurut kita. Ritme tersebut dapat berupa semangat, motivasi, harapan dan ekonomi. Namun, apapun yang kita harap, cita, kemauan serta motivasi tidak akan selalu memuaskan kita sebagai manusia tanpa adanya komunikasi intens serta kepasrahan kepada Allah, dengan jalan Doa.

Doa membuka semua kekayaan dan kebaikan Allah bagi kita. Allah tidak akan menahan kebaikanNya apabila kita datang kepadaNya dalam kesusahan kita, kebutuhan kita, sukacita kita, bahkan dalam keheningan saat kita tidak tahu apa yang akan kita ucapkan. Tetapi alasan untuk kemurah-anNya bukanlah karena kita meminta kepadaNya, melainkan karena Ia baik. Bagi orang lain, bahkan seorang ayah atau ibu, mungkin memberi karena orang yang meminta dari mereka mendesak (menuntut). Allah memberi karena Ia baik. Ia bersuka dengan pemberianNya, dan Ia memberi melebihi apa yang kita minta. (Disadur dari Claretian Publication)

Oleh karena kita mempunyai jaminan akan hal ini, maka sebaiknya fokus utama kita dalam doa bukanlah pada apa yang menjadi kebutuhan kita, tetapi mari berfokus pada membangun relasi dengan Allah dan untuk mengenal Allah semakin hari semakin lebih baik.

Seruan Yesus di atas bagi kita untuk meminta, mencari dan mengetuk juga bisa menjadi sebuah undangan bagi kita untuk mencari wajah Allah dan mengetuk pintu rumahNya agar kita boleh berdiam di rumah Allah senantiasa. Dengan demikian kita akan mempunyai keyakinan yang lebih dalam meminta, bahwa Allah itu baik dan senantiasa memberikan apa yang terbaik bagi kita.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. - Mat 7:7

sumber : Bahasa Kasih
Posting Komentar