Amazon


Senin, 20 Juni 2011

Menertawakan Diri sendiri

Tertawa, sering sekali dilakukan oleh kita. saat melihat atau mendengar kejadian lucu atau sesuatu yang menggelitik perhatian. Secara alamiah tertawa membuat seseorang senang dan bahagiah. Pelepasan emosi yang begitu ceriah dan senang yang membahagiahkan. Ekspresi tertawa merupakan ekspresi yang menyenangkan, baik bagi orang yang sedang tertawa maupun buat orang yang melihatnya.

Acara dan kegiatan bersama keluarga umumnya akan menimbulkan kesenangan dan keceriaan yang akhirnya akan ada canda serta tawa yang menyelingi. Saat-saat bergurau dan berkumpul bersama teman, handai taulan serta kerabat juga akan diselingi canda dan tawa. Tertawa merupakan bentuk emosi yang menandakan kesenangan dan keceriaan bagi pelakunya.

Sekarang ini tertawa bukan lagi sebagai bentuk keceriaan atau kesenangan. Ditengah hiruk pikuk politik yang serba tak menentu dan kondisi sosial serta ekonomi yang semakin sulit, tertawa merupakan barang langkah yang sulit dicari. Setiap hari, dari mulai pagi berdesakan, berebutan di transportasi umum, balapan di jalan raya hanya untuk menuju lokasi kerja atau aktivitas rutin lainnya yang memang semakin menjemukan, membuat orang tidak lagi kelihatan bahagiah, tidak kelihatan senang bahkan cenderung cemas dan stress.

Tertawa sekarang bukan kepada apa yang lucu atau apa yang membuat senang, tertawa sekarang adalah refleks ketidakpastian yang menekan terus menerus kedalam emosi dan membuat kecemasan, kesedihan, kekhawatiran menjadi titik paling puncak dan beralih menjadi tersenyum, dan kemudian tertawa dalam ketidak pastian.

Tertawa yang tidak membahagiahkan menjadi suatu personifikasi dari kegetiran hidup yang semakin menghimpit. Menertawakan diri sendiri sebagai bentuk ketidakadilan, kegetiran serta peratapan terhadap kondisi diri sendiri untuk tidak merujuk ketempat lain.

Tertawa dalam keprihatinan dimana struktur sosial kemasyarakatan sudah tidak lagi berada pakemnya dan cenderung terbalik-balik, kisah nyata dimana sang dewa adalah hedonisme yang semakin menggila. Korupsi dan koruptor serta ketidakjujuran seakan bukan lagi prilaku yang dianggap salah atau menyimpang dari tatanan kemasyarakatan melainkan sudah menjadi budaya yang harus diberdayakan terus menerus. Semakin tinggi tingkat ketidak jujuran, semakin banyak tindak korupsi merupakan suatu prestasi yang dianggap membanggakan pada zaman hedonisme ini.

Menertawakan diri sendiri merupakan jalan pintas agar dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa terhadap anomali sosial seperti ini.

pHg

Selasa, 14 Juni 2011

Pagi Kereta-ku

Selamat pagi ,,,,
Setiap hari kerja, sebagaimana layaknya ratusan ribu orang di Ibukota, menjalankan aktifitas rutinitas kerja dengan menggunakan kereta api/listrik. Angkutan massal yang murah dan meriah ini semakin meriah karena penumpang didalamnya penuh sesak dan cenderung tumpah ruah keatas. Pemandangan yang sangat biasa untuk angkutan massal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun silam sampai sekarang masih merupakan trend yang tidak bisa dihilangkan. Mungkin ciri khas ini bisa ditambahkan ke dalam kategori Ibukota Jakarta mengikuti macet dan banjir.

Perjuangan menumpang kereta cenderung agak berat, dari mulai menunggu kedatangan kereta yang lebih senang terlambat, ketidakmampuan mengakomodasi penumpang yang secara serentak dari berbagai penjuru untuk berburu kereta, sampai dengan persiapan tenaga dalam yang cukup untuk tidak mudah pingsan saat berdesakan didalamnya. Masih ada plusnya yaitu, ketika listrik yang menjadi tenaga kereta padam, wah,, bisa-bisa tidak kuat alias pingsan,, atau paling tidak kehausan dan kelelahan yang luar biasa akibat keringat yang terus mengalir dan menahan untuk tidak terjepit.

Kereta pagi hari untuk transportasi ke tempat kerja adalah transportasi yang diandalkan oleh sebagian besar orang. Transportasi ini juga keseringan mengecewakan untuk bisa diandalkan.....

Kereta pagi hari yang bila saatnya harus menjalani perawatan dan masuk depo, lebih memilih pagi hari sebagai waktu perawatan dan tidak akan ada yang menggantikan peranannya untuk mengantarkan ribuan penggunanya karena kereta pagi hari hanya sendirian. Yah kesendirian kereta yang memiliki peran yang sangat vital bagi kelangsungan roda perekonomian, mengantarkan para pekerja untuk membangkitakan ekonomi.

Saat kereta tidak beroperasi, saat itu pula kantor banyak mengalami masalah. Kalkulasi penggajian tidak bisa mengeluarkan gaji karena pekerjanya tidak terantar, makan siang tidak dapat lagi menitip staf umum, karena tidak terantar, dan masih banyak lagi kekacauan kantor karena para pekerjanya tidak terantar.

Selamat pagi keretaku..............

Senin, 13 Juni 2011

Mimpi

Pernahkah kita membayangkan akan menjadi sesuatu kelak di kemudian hari... mungkin sebagian besar orang memiliki mimpi atau cita-cita yang digantungkan sebagai harapan akan bagaimana kemudian hari kelak. Memiliki cita-cita saat sekarang bisa dikatakan sebagai memiliki mimpi. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, yang riil adalah pada saat seorang memiliki cita-cita maka orang tersebut juga memiliki mimpi.

Banyak sekali mimpi yang diidamkan oleh seseorang, yang jelas bermimpi juga mempunyai daya dorong untuk memberikan harapan kepada seseorang. Terlepas bahwa mimpi tersebut indah atau buruk, menyenangkan atau menyakitkan, mimpi adalah sebuah mimpi....