Halaman

Amazon


Jumat, 22 Juli 2011

Mensejahterakan Rakyat Melalui Isu

Memangnya dia kenapa pak? tanya anakku sewaktu aku menggumam tatkala melihat siaran televisi yang menayangkan talkshow mengenai kondisi politik saat ini. Wah,, ternyata anakku memperhatikan aku saat keseriusan dan muka heran terpancar dari wajahku saat acara tersebut. Belum genap usia anakku lima tahun, tetapi perasaan dan emosi anak-anaknya seakan tidak terpancar saat ia mengatakan pertanyaanya. Seperti menginginkan jawaban yang cepat dan bisa dia mengerti mengenai kenapa bapaknya tampak serius menonton acara televisi tersebut.

Lalu apa yang harus aku jelaskan mengenai siaran televisi tadi, mau menceritakan kondisi politik saat ini jelas tidak mungkin bisa dicerna olehnya. Hmmm,,, susah juga menjawabnya. Timbul pertanyaan lain dalam hatiku, bagaimana anakku bisa membaca perubahan mimik serius yang terpancar dari bapaknya dan seperti menduga-duga ada sesuatu yang lain dari tontonan tersebut.

Isu sosial, politik dan keamanan memang menjadi sangat trend saat ini. Hampir semua orang memperbincangkannya dalam berbagai kesempatan dan berbagai tempat. Seakan isu tersebut merupakan menu harian dan wajib untuk jadi bahan perbincangan informal bagi sebagian besar masyarakat kita. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana ini bisa terjadi....

Media merupakan salah satu faktor yang memberikan sumbangsih terbesar dalam membuat opini publik yang dapat menyebar secara masif. Berbagai isu yang sepertinya tidak memiliki nilai berita bisa menjadi gunjingan publik secara luas. Wahhh,,,, hebat.

Fakta terbesar saat ini adalah kemiskinan dan keterpurukan kesejahteraan masyarakat seakan tidak ada nilainya atau tidak layak menjadi pergunjingan luas karena tidak ada media yang mengangkatnya secara intens. Masyarakat dijejali oleh berita mengenai perseteruan politik atau ataupun intrik para pejabat negara yang semakin mahir dan advance untuk memberikan pernyataan-pernyataan bodoh mengenai suatu isu yang notabene bukan tanggungjawabnya. Melupakan peran sebenarnya yang harus mengurus rakyat, malahan seakan mengeksploitasi kemampuan intelektualnya kepada isu-isu yang tidak ada hubungannya dengan mensejahterakan rakyat.

Celakanya, pimpinan tertinggi di republik ini juga ikut nimbrung pada urusan isu daripada memikirkan bagaimana seharusnya rakyat bisa sejahtera. Rupanya urusan hajat hidup orang banyak serta kesejahteraan bukanlah prioritas untuk hanya sekedar dipikirkan apalag untuk dicarikan solusi dan penerapannya. Kasihan rakyat, penderitaan dan himpitan ekonomi semakin kuat mencengkeram, ternya pejabat negaranya hanya sibuk untuk adu argumentasi dan berdiskusi mengenai kemapuan intelektualnya masing-masing.

Lalu bagaimana dengan kami, rakyat yang sedang terhimpit oleh kemiskinan. Bisakah kami bertahan untuk menghadapi segala tantangan kedepan bersama pejabatnya yang gemar mengumbar isu.............

Rupanya pejabat negara sekarang mensejahterakan rakyatnya dengan isu.............
Malangnya kami,,,,,,,

-pHg-
Posting Komentar