Amazon


Kamis, 15 Maret 2012

Perbudakan Dalam Hedonisme

Keserakahan adalah bagian dari kehidupan kapital yang mengagungkan hedonisme sebagai gaya hidupnya. Betapapun konsekwensinya, buat kapitalis, tidak ada yang tidak dilakukan demi tercapainya tujuannya.

Dalam kehidupan, pekerjaan dan prosesnya, selalu saja harus ada yang dikorbankan dalam pencapaian suatu tujuan, yakni hedon. Prilaku pebisnis saat ini tidak jauh beda dengan sikap hedon, tidak perduli dalam pencapaiannya harus mengorbankan orang yang bekerja padanya maupun perusahaannya sendiri.

Sudah banyak yang kita ketahui dalam berita dan informasi bahwa posisi pekerja hampir tidak memiliki posisi tawar sama sekali terhadap perusahaan maupun para pemiliknya yang hedon. Sisi gelap pekerja kita dalam mempertahankan kehidupannya tidak banyak diekspos, seakan sudah menjadi rahasia umum bahwa nasib pekerja adalah budak dari sistim kapitalis serta pemilik perusahaan.

Rasanya ingin marah dan jengkel luar biasa ketika mengetahui pemilik usaha di perusahaan tempat kerja kita bersikap hedon dan tidak perduli dengan para karyawannya. Perilaku para pengusaha yang menguras sendiri pundi keuangan perusahaannya serta menelantarkan karyawannya adalah hal yang sangat memprihatinkan. Perilaku perbudakan yang dilakukan terhadap pekerja oleh pemilik perusahaan merupakan hal yang sangat bertentangan dengan moral kehidupan. Kejadian seperti ini banyak sekali terjadi saat ini.

Kenaikan harga BBM yang menjadi lokomotif buat kenaikan harga lainnya membuat kalangan pekerja semakin terjepit oleh keadaan yang serba susah ini. Nasib para pekerja seakan semakin terpinggirkan oleh perilaku para pengusahanya yang sangat hedonis.

Selasa, 13 Maret 2012

Kepasrahan Sebagai Modal Hidup

Saat ini merupakan bulan Maret 2012, satu bulan sebelum kenaikan bahan bakar minyak kembali akan dinaikkan lagi harganya oleh Pemerintah. Persiapan sudah dilakukan dari berbagai kalangan, baik dari Pemerintah, Pengusaha, maupun oleh warga masyarakat. Persiapan yang dimaksud bisa beragam motifnya, dari sisi Pemerintah, kenaikan BBM kali ini dipersiapkan dengan mengkompensasi kenaikan tersebut dengan subsidi lain yang berbentuk tunai sampai dengan pencegahan penimbunan dan kelangkaan BBM. Sedangkan disisi Pengusaha, kenaikan BBM kali ini disiasati dengan berbagai cara, dengan membuat pengetatan anggaran operasional sampai dengan rasionalisasi.

Masalah muncul, ketika Masyarakat tidak dapat berkelit dari himpitan kenaikan BBM kali ini. Tidak ada persiapan sama sekali yang dapat dilakukan oleh masyarakat menyangkut hal ini. Kepasrahan masyarakat menyikapi hal ini membenamkan kemarahan dan kegeraman yang bisa timbul dan meledak-ledak pada waktunya. Terbayang, kedepan himpitan hidup akan semakin menemani dan akan selalu melekat seiring dengan beban yang akan dijalani.

Persoalan pendidikan, ekonomi, akses kesehatan serta kesempatan kerja merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat kita saat ini, kemarin dan sampai kedepannya. Entah bagaimana bentuk kepasrahan masyarakat kita dapat secara utuh meredam ketidak adilan yang terjadi diberbagai sektor kehidupan.

Wajah muram, gelisah serta ketidak jelasan sekarang ini tergambar jelas dan umum pada masyarakat kita. Kekhawatiran akan menghadapi beratnya persoalan hidup disikapi dengan berbagai cara. Kesadaran akan makin ketatnya persaingan membuat segalanya dapat berubah dan dirubah. Prilaku hedonis dari para pembesar dan pejabat menambah daftar kepahitan yang ditelan oleh masyarakat.

Lalu bagaimana kita menyikapinya,,,


-pHg-