Amazon


Minggu, 29 April 2012

Perusahaan Jasa Riskan Masalah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa, kita selalu menjalankan sesuatu dengan apa adanya, sesuai dengan karakter dan kebiasaan yang sudah tercipta sebelumnya. Kebiasaan yang sudah menjadi budaya bahkan karakter akan selalu melekat dalam diri seseorang tanpa disadari. Dalam keseharian dan perjalanannya, akan selalu menjadi rutinitas yang tiada henti, dan meniadakan perkembangan maupun kondisi sekeliling yang sudah mengalami gradasi penilaian bahkan perubahan yang signifikan. Ada sesuatu yang harus dilakukan apabila ingin suatu hal menjadi baru dan itu merupakan langkah yang progressif.

Sesuatu yang progressif akan sangat menakutkan, karena akan membuat perubahan. Perubahan yang terjadi akan sangat tidak terbayangkan, dan akan menjadi hal yang terlanjur tidak disukai. Pada era globalisasi ini, diperlukan perubahan itu, dan itu dapat menyangkut segala bidang.

Dalam dunia usaha, dimana kegiatan bisnis dari usaha tersebut bersifat statis, akan sangat dipastikan bakal mengalami degradasi nilai perusahaan tersebut. Keterkaitan satu bidang dengan bidang lainnya akan sangat kentara secara kinerja. Bidang usaha yang paling riskan dalam mempengaruhi nilai perusahaan adalah bidang usaha jasa. Jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan adalah berasal dari sumber daya yang ada. Sekaligus sumber daya penyedia jasa merupakan titik paling vocal dan rawan dalam mempengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Kemampuan manajerial untuk selalu berhubungan baik dengan customernya serta memperoleh potensial customer akan sangat mengandalkan pelaku jasa tersebut,dalam hal ini adalah sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Bagaimana membuat keseimbangan antara sumber daya pelaku penyedia jasa dan manajemen dapat dibuat selaras dengan kondisi yang diarahkan oleh manajemen agar dapat mengangkat niali perusahaan secara konsisten merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi oleh perusahaan secara bersama.

Ada beberapa ciri dari perusahaan yang berorientasi jasa yang harus dipertimbangkan, yakni :
a. kemampuan sumber daya manusia yang handal dalam pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari. Artinya, perusahaan membutuhkan sumber daya yang menguasai bidangnya dalam menyalurkan jasa kepada para customernya untuk dapat dipercaya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang tersebut. Ketidak seimbangan akan terjadi, apabila sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan ternyata tidak memenuhi kualifikasi ketrampilan untuk menyalurkan jasa tersebut kepada para customernya.
b. kesadaran dan kekuatan yang dilakukan secara bersama antara manajemen beserta sumber daya pelaku penyedia jasa.Hal ini merupakan suatu kekuatan yang sinergi antara pelaku penyedia jasa yang bersentuhan dengan penyaluran jasa ketrampilannya dengan manajemen yang bersentuhan dengan customernya melalui hotline ataupun komunikasi virtual lainnya. Inkonsistensi bisa terjadi apabila salah satu pelaku penyedia jasa memberikan informasi yang buruk mengenai perusahaan terhadap customernya, hal ini akan sangat berdampak sangat tidak menguntungkan buat perusahaan secara keseluruhan.
c. perusahaan memiliki pesaing yang terus menerus memberikan kelemahan kepada perusahaan melalu sumber daya yang ada, baik itu pelaku lapangan maupun manajemen. Kerentanan perusahaan dalam menajalankan usahanya sebagian besar dipengaruhi oleh prilaku sumber daya manusianya. Apabila sumber daya menusianya memberikan perilaku yang tidak menguntungkan kepada customer dan juga para pesaingnya, dapat dipastikan, perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama dalam pengelolaan usahanya. Perusahaan hanya akan terjaga dari segala permasalahan yang timbul akibat dari dirinya sendiri, yakni bagaimana memberikan jasa yang baik dan benar kepada customernya tanpa memberikan informasi lain yang tidak menguntungkan perusahaan. Curahan hati para pekerja dalam perusahaan jasa akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan jasa, apalagi curahan hati tersebut disampaikan kepada customer maupun para pesaingnya.
d, kesadaran yang penuh dari seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan tersebut adalah bahwa perusahaan sangat tergantung dari kekompakan seluruh sumber dayanya. Apabila ini tidak terjadi, maka dipastikan penyaluran jasa akan sangat tidak menguntungkan dalam masalah ini.

Bidang usaha jasa merupakan bidang yang sangat riskan dan akan selalu menjadi dinamis, karena sebagian besar pergumulannya adalah sumber daya manusia.


-phg-





Posting Komentar