Halaman

Amazon


Rabu, 11 Desember 2013

Desember 2013 - Semangat Di Penghujung Tahun

Tahun 2013 sudah memasuki bulan Desember, yaitu bulan penghujung tahun. Bulan dimana semua kegiatan dan pencapaian pada sepanjang tahun direvisi dan dianalisa sejauh mana telah terlampaui. Berbagai harapan di awal tahun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pencapaian sepanjang tahun.

Selama sepanjang tahun 2013, dalam menjalani pencapaian cita-cita dan harapan, benyak terdapat suka dan duka yang meliputinya. Rintangan yang dihadapi menjadi kenangan dan menjadi motivasi untuk harapan tahun ke depan, yakni 2014.

Banyak sekali perubahan yang telah dicapai selama tahun 2013, mulai dari pekerjaan, keluarga serta kehidupan sosial lainnya. Desember tahun ini, merupakan tepat satu tahun kami menempati tempat tinggal yang baru. Suasana dan lingkungan baru telah kami lalui selama satu tahun ini. Kiranya hal ini membuat semangat kami sekeluarga menjadi lebih termotivasi untuk menghadapi hal-hal yang baru di tahun menjelang.

Kiranya ini bisa menjadi harapan yang akan menjadi kenyataan.

-pHg-


Kamis, 08 Agustus 2013

Perkembangan Artifisial

Sudah hampir sepuluh tahun saya berkecimpung dalam dunia konstruksi khususnya bidang mekanikal elektrikal, selam itu pula saya selalu berkecimpung dalam pekerjaan tersebut. Mendisain dan membuat sesuatu yang bersifat elektrikal mekanikal menjadi kesibukan tersendiri yang tentunya saya sangat menyukainya. Selama itu pula terasa akan sangat menyenangkan apabila  dapat mendisain dan membangun sesuatu yang menurut sebagian orang adalah peralatan canggih dan advance.

Sampai suatu ketika saya terasa tersadar dan terperangah akan perkembangan yang terjadi akan dunia kerja yang selama ini aku jalani. Ternyata pertumbuhan property sangat pesat, saking pesatnya sehinggah hampir semua lahan kosong di Jakarta terisi oleh bangunan baru yang serbah mewah.

Betapa saat ini saya merasa sangat takjub akan perkembangan yang terjadi di Jakarta, sebuah kota Metropolitan yang memberikan suasana dan sensasi tersendiri sekaligus sebagai medan pertarungan yang luar biasa berat buat semua penduduknya. Kesenjangan sosial sangat terasa nyata di Jakarta, dari yang super kaya sampai dengan yang sangat menderita semua ada di situ. Magnet Jakarta seakan tak kan pernah hilang, saat Jakarta dalam keadaan normal dalam kesehariannya, Jutaan orang mengadu nasib hanya demi bertahan hidup.

Jakarta, merupakan salah satu tempat tinggal yang nyaman bagi para borjuis sekaligus juga bagi para koruptor, dari yang tingkat pemula dan masih belajar sampai dengan koruptor tingkat dewa. Wajah para koruptor seakan bersinar dan memberikan kewibaan tersendiri, di Jakarta, tempat koruptor berkeliaran  dan menjadi wadah hidup yang nyaman. Tak akan pernah dijumpai seorang koruptor yang menderita bila sudah di Jakarta.

Itulah, selama belasan tahun keseharian mencari nafkah dari kemampuan teknis, secara ekonomi tidak akan dapat cepat meraih mimpi bahkan harapan untuk hidup cukup atau layak. Serasa selama beberapa tahun menuntut ilmu demi dapat dipakai dan digunakan untuk dapat mencapai asa, terasa sirna jika berhadapan dengan Jakarta. Semua itu hanya karena ada satu keahlian lain yang tidak saya pelajari dan miliki, yakni kemampuan sebagai koruptor. Ternyata, keahlian korupsi pada saat ini sangatlah mensejahterahkan, dan menjanjikan. Bayangkan, hanya dalam hitungan tahun, seorang koruptor akan melenggang menjadi pejabat yang diinginkan sekaligus memperoleh kesejahteraan yang sangat ekslusif, bila dibandingkan profesi lainnya di Jakarta.

Pembangunan yang masif di Jakarta, membuka mata saya akan pertumbuhan korupsi dan pelakunya. Ilmu yang tak pernah ada dalam kurikulum apapun bahkan menjadi sangat penting untuk kesejahteraan bahkan kekuasaan.

Sebagai seorang pekerja keras, saya memang menikmati  pekerjaan saya. Namun secara perekonomian dan kesejahteraan, Koruptor memegang segala sesuatunya. Itulah Jakarta sekarang, dunia yang sedang transform menjadi Korup, menjadikan perkembangan dan pertumbuhan menjadi artifisial.

-pHg-


Sabtu, 06 Juli 2013

Bertahan Dalam Kepenatan Hidup

Sudah mendekati satu minggu dari hari kenaikan bahan bakar minyak yang diumumkan pemerintah. BLSM pun sudah digulirkan oleh pemerintah kepada yang dianggap memenuhi syarat walaupun diberbagai tempat masih terjadi kerancuan akan hal ini. Masyarakat sudah mulai menghadapi bulan Ramadhan, dimana segala persiapan dilakukan dengan cara yang biasa dilakukan. Berbagai kebutuhan poko sudah merangkak naik, demikian juga harga tarif angkutan umum.

Bagi sebagian orang, kenaikan bahan bakar minyak tidaklah terlalu berarti bahkan hampir tidak berarti. Bayangkan, setelah kenaikan BBM, jalanan di ibukota semakin padat oleh kendaraan roda empat dan roda dua. Penjualan kendaraan roda dua ditenggarai meningkat, karena pemilik roda empat mulai mencoba beralih ke roda dua, dan orang yang baru membeli kendaraan ada kecenderungan untuk memilih roda dua karena faktor efisiensi.

Hanya saja, sebagian besar masyarakat merasa sangat terbeban dan cenderung terhimpit akibat adanya kenaikan bahan bakar minyak ini. Beban tersebut sangat berpengaruh sekali sampai-sampai menjadi apatis akan keadaan yang terjadi. Penghasilan sudah tidak dapat lagi ditambah dan cenderung menurun dan sekarang segala sesuatu menjadi mahal.

Mensiasati hal ini akan terasa sangat sulit, dan cenderung tidak dapat dihindari. Pengurangan untuk berbagai pengeluaran yang tidak mendasar menjadi pilihan. Pemangkasan, efisiensi dan pengetatan pengeluaran menjadi prioritas saat ini agar dapat bertahan kalau tidak kalah.

Prinsip untuk tetap bertahan menjadi pilihan yang diambil agar segala sesuatu bisa berjalan seperti adanya. Kepenatan menjadi umum dan sangat wajar saat ini. Bertahanlah,,,,,

-pHg -
-Gultom Family-

 

Selasa, 30 April 2013

Negara Agraria - Kenangan Dan Impian

Hari ini penghujung bulan April 2013, sebentar lagi akan memasuki bulan ke lima yang dimulai dengan peringatan hari buruh sedunia. Pada awal Mei tersebut, akan diperingati bagaimana peranan buruh dan pekerja informal lainnya dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaannya diseluruh dunia. Hak tersebut berupa perjuangan yang sangat panjang dari mulai menyuarakan waktu kerja yang belasan jam menjadi delapan jam sehari sampai dengan perjuangan buruh dalam mendapatkan hak upah yang layak serta bentuk kesejahteraan lainnya yang semakin melebar. 

Negara Indonesia, pada waktu saya masih belajar sekolah dasar merupakan negara agraris yang berbasis pertanian. Negara ini dulu dikenal memiliki sawah dan ladang yang terhampar sangat luas dimana-mana. Komoditas pertanian sangat mudah didapat di pasar tradisional. Bahkan, buah-buahan lokal yang melimpah merupakan idola bagi anak seperti saya untuk setiap hari mengkonsumsinya. Penjaja buah, pada waktu itu masih memasarkan hasil buahnya ke sekolah dengan harga yang murah dan dapat dijangkau anak-anak sekolah dasar. Sepertinya, hasil pertanian dan komoditas lainnya merupakan konsumsi favorit dan mudah didapat disegala tempat. Bahkan beberapa lagu anak-anak yang terkenal waktu itu mengambil tema buah-buahan dan hasil pertanian. 

Sekarang, memasuki dekade pertama milenium dua puluh satu, buah-buahan lokal merupakan barang langka dan hanya terdapat pada gerai tertentu saja ditambah pula dengan harganya yang semakin tidak terjangkau. Hasil pertanian yang pokok seperti beras, gula dan lainnya juga berangsur menghilang dari sekedar makanan pokok menjadi makanan yang tidak murah. Malahan, akhir-akhir ini pemerintah menggalakkan kampanye konsumsi pokok selain nasi yang di klaim lebih bergizi. Intinya, kekuatan pertanian rakyat dan bangsa melemah secara nyata di tengah-tengah masyarakatnya sendiri.

Bagaimana ini bisa terjadi ? Keberpihakan negara terhadap para petani terasa sangat lemah, dengan banyaknya area pertanian yang berubah fungsi menjadi  lahan lain diluar pertanian, bahkan ada yang sudah menjadi perumahan dan konstruksi lainnya. Ketidak mampuan para petani dalam mempertahankan lahan pertaniannya menjadi dilema tersendiri karena semakin lama biaya pengolahan produksi pertanian menjadi lebih besar daripada pendapatan hasil panennya. Ketidak mampuan memperoleh pupuk, benih yang baik bahkan ketersediaan air yang semakin menipis semakin menjepit petani untuk dapat berbuat banyak menggeluti profesinya sebagai petani. Banyak petani di Indonesia merupakan penggarap lahan yang dimiliki oleh pemodal dan bandar yang menguasai lahan-lahan pertanian maupun perkebunan di seanteo nusantara ini. Pada gilirannya, petani sekarang malah kebanyakan menjadi buruh tani dibekas lahannya terdahulu. Betapa mengerikannya kehidupan seperti itu.

Dilandasi dengan membuat pertumbuhan ekonomi yang masif, pemerintah alih-alaih memberdayakan pertanian dan hasil hutannya, malahan mengeksploitasi hasil-hasil hutan secara masif untuk membiayai yang disebut pembangunan ekonomi. Pembiaran pembalakan hutan serta kemudahan pemerintah untuk memberikan konsesi eksploitasi sumber daya alam menjadikan kehidupan pertanian bangsa ini semakin terpuruk lebih dalam. Modernisasi alat dan perlengkapan produksi menjadikan masyarakat petani tidak berdaya untuk menjadi buruh di pabrik-pabrik yang dialokasikan pemerintah kepada pengusaha serakah dan kapitalis demi memberdayakan dan penopang kenaikan ekonomi. Jadi basis perekonomian negara secara drastis berubah dari yang berbasis agraria menjadi berbasis Industri demi kesejahteraan rakyatnya. 

Yang terjadi adalah, pelaku ekonomi berbasis agraria yang merupakan petani menjadi terpuruk kehidupannya dan tak berdaya menghadapi kerasnya arus industrialisasi yang menghasilkan buruh-buruh dari para petani. Ketika, industri tidak dapat lagi mampu menampung tenaga kerja untuk kelanjutan industrinya, maka berbondong-bondonglah para mantan petani menjadi tenaga kerja di luar negri di sektor informal dan diakomodasi oleh pemerintah. Seketika sesaat negara ini memberikan dukungan untuk memberdayakan tenaga kerja ke luar negri sebagai pekerja informal, maka seketika itulah sebetulnya sudah terjadi kegagalan dalam penggantian ekonomi berbasis agraria ke basis industri. Karena, biar bagaimanapun, industri memiliki keterbatasan untuk menampung jumlah tenaga kerja yang dapat mengoperasikan industrinya. Gelombang tenaga kerja ke luar negri sebagai pekerja informal semakin masif setelah industri mulai membuat efisiensi terhadap operasionalnya dengan penggantian mesin ataupun sistem yang mereduksi tenaga kerja sebagai operatornya. Akibatnya, tenaga kerja yang harus keluar negri juga berasal dari tenaga kerja industri.

Sebagai konsekwensi memasarkan Indonesia sebagai lokasi investor, tenaga kerja murah merupakan jargon yang dikeluarkan dan dijual untuk meraih investor luar. Akibatnya, dalam hal industrialisasi, tujuan kesejahteraan yang diharapkan akan terjadi setelah mengganti perkonomian berbasis agraria ke basis industri juga tidak tercapai atau bisa dibilang gagal. Kesejahteraan buruh yang merupakan pelaku yang berperan penting dalam industri tidak mendapat kesejahteraannya sama sekali. Untuk itulah, awal mei ini nasib buruh yang meperjuangkan kesejahteraanya kembali mengeluarkan suara nuraninya agar menjadi perhatian pemerintah.

Ada baiknya bangsa Indonesia memikirkan kembali ke perkonomian yang berbasis pertanian atau agraria. Masih ada kesempatan yang bisa dilakukan untuk hal ini. Kenangan lalu yang pahit dalam memproklamirkan industri dalam mengganti pertanian masih bisa kita impikan untuk kembali menjadi negara agraris.

-pHg

Kamis, 18 April 2013

Bahan Bakar Minyak Dan Kelangsungan Perekonomian Bangsa

Krisis sumber daya alam dan ketersediaan pangan  semakin terasa di awal abad ini. Kecenderungan akan habisnya bahan bakar yang berasal dari fosil sudah mulai terasa dan lambat laun menekan perekonomian bangsa yang secara makro mengandalkan minyak bumi sebagai pendapatan utamanya. 

Sebagai negara penghasil minyak bumi yang besar, Indonesia mulai kewalahan untuk mencukupi ketersediaan bahan bakar minyak untuk aktifitas dan operasional perekonomian negaranya. Kelangkaan supplai bahan bakar di berbagai daerah sudah terasa sangat menggelisahkan dan cenderung mengkhawatirkan. Kegiatan ekonomi daerah yang mengalami kelangkaan secara langsung sudah mempengaruhi perlambatan kegiatan ekonomi di daerah tersebut. 

Bahan bakar minyak merupakan suatu hal yang bisa dikatakan vital di negara ini. Selain untuk menjalankan transportasi, juga dibutuhkan untuk menggerakkan sumber energi listrik yang sangat dibutuhkan buat produksi, rumah tangga dan bahkan hampir semua kebutuhan. Bayangkan, akibat dari kelangkaan bahan bakar tersebut akan sangat mempengaruhi roda perekonomian suatu daerah.

Jalur transportasi bisa terhenti hanya karena alat transportasi tidak mendapat bahan bakar, listrik akan padam karena kekurangan bahan bakar, lalu rumah tangga akan padam, menyebabkan kegiatan rumah tangga sangat terganggu oleh ketidak tersediaan listrik, jangan lupa para pelajar yang saat ini sedang menghadapi ujian pun akan ikut terkena akibat hal ini. Sungguh luar biasa akibat yang dihasilkan akibat kelangkaan bahan bakar minyak ini mempengaruhi daerah atau negara kita.

Pemanfaatan sumber energi alternatif saat ini berlangsung sangat lamban dan cenderung jalan di tempat. Industri untuk penerapan energi alternatif tidaklah banyak karena khawatir akan menghadapi kendala akan ketersediaan energi alternatif itu sendiri. Batu bara dan gas merupakan bahan bakar alternatif setelah minyak bumi belum berhasil mengatasi segala jawaban atas ini. Pemakaian alat-alat produksi yang menggunakan gas atau batubara tidak banyak berkembang, akibatnya hanya beberapa industri saja yang menggunakan alternatif sumber energi tersebut, itupun hanya sekedar dapat mengkorvensi energi tersebut ke dalam listrik. Lalu bagaimana dengan transportasi, listrik rumah tangga, industri dan lainnya bisa dapat menggunakan bahan alternatif ini? Jawabannya belum ada.

Beberapa daerah atau institusi atau perusahaan memang menggunakan energi alternatif ini hanya untuk sebagai pilot projek saja. Penggunaan hidro power, tenaga suraya ataupun tenaga angin bukanlah untuk kebutuhan primer, melainkan hanya sebagai mercusuar projek saja. Kesiapan kita untuk penggantian energi bahan bakar minyak sangatlah minim bahkan terkesan asal saja. Tidak ada kesungguhan yang benar dari pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kelangkaan ini dan disuatu ketika akan menjadi bumerang kekacauan yang masif.

Sudah seharusnya ada target yang jelas dan juga penataan yang terstruktur agar ada persiapan untuk transisi penggunaan bahan bakar minyak kepada sumber energi lain, dan bukan sekedar wacana yang menjadi omong kosong saja. Bila memang benar prediksi sebagian ahli bahwa bahan bakar minyak akan habis dan kering sekitar tahun 2050, lalu bagaimana yang akan terjadi sepuluh tahun sebelumnya atau sesudahnya. Pastilah keheboan besar akan melanda, karena akan banyak sekali industri yang tidak siap akan menjadi vakum karena bukan hanya kelangkaan yang terjadi tetapi karena ketersediaan yang tidak ada. 

Mampukah gas alam dan batu bara siap menggantikan bahan bakar minyak untuk kelangsungan perekonomian bangsa ini pada dua puluh tahun kedepan,,,?


-pHg-
-Link-


Rabu, 17 April 2013

Selamat Ujian Nasional

Ujian nasional siswa menengah saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Tetapi ada yang tidak biasa untuk ujian nasional kali ini, karena terselenggaranya ujian ini terkendala keterlambatan, kekurangan materi ujian dan juga tertukarnya materi ujian. Karut marut pelaksanaan ujian nasional kali ini menyebabkan penundaan di sebelas provinsi, luar biasa. Penyebab utamanya menurut menteri pendidikan adalah karena kontraktor percetakan dan pendistribusian untuk sebelas provinsi tersebut tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan waktu seperti yang disepakati dalam tender pengadaannya.

Pencetakan naskah ujian tidak dapat dikerjakan tepat waktu oleh kontraktor, hal ini berujung pada keterlambatan pendistribusian naskahnya. Menurut Fitra, kontraktor tersebut adalah PT Ghalia Indonesia printing tidak memiliki kapasitas produksi untuk mencetak naskah ujian  untuk sebanyak sebelas provinsi. Loh, koq bisa..? Tambahan lagi, paket yang diterima melebihi ketentuan pelelangan tender sekaligus nilai tender yang ditawarkan ternyata jauh lebih besar dari pesaing lainnya.

Agenda kegiatan tahunan ini alhasil menjadi karut marut, ujungnya siswa dan para guru juga yang menderita keterlambatan ini. Lalu bagaimana pertanggung jawaban pemerintah dalam hal ini,? Sampai saat ini, pemerintah fokus pada terselenggaranya ujian nasional, jadi belum ada niatan untuk  mempertanggung jawaban hal ini. Pihak kemendikbud seakan melimpahkan kesalahan kepada kontraktornya tetapi tidak sedikitpun mengindikasikan bahwa proses tender tersebut sudah tidak sesuai ketentuan. 

Bukan hal yang rahasia lagi kalau kemendikbud memiliki rekam jejak yang banyak terhadap penyimpangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Dengan dana alokasi APBN yang melimpah ruah, kemendikbud menjadi salah satu elite kementerian yang memiliki sumber daya yang menyumbang kebocoran dana APBN. 

Saat ini, belum ada solusi yang tepat untuk menggantikan ujian nasional sebagai satu-satunya tanda kelulusan siswa. Pemerintah, DPR, para stok holder pendidikan belum merumuskan dan menyepakati mengenai penggantian peranan ujian nasional tersebut. 

-pHg-

Senin, 15 April 2013

Ekonomi Dan Motifnya

Jakarta, zaman ini sudah penuh dengan hal-hal yang sangat tidak dibayangkan, terutama adalah aksi premanisme yang sering terjadi akhir-akhir ini. Preman dan aksi permanisme merupakan momok yang sangat meresahkan warga di berbagai kota di Indonesia, terlebih lagi di kota Jakarta. 

Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai dua belas juta orang setiap hari, Jakarta seakan menjadi  kota yang sarat dengan kegiatan ekonomi dan juga kegiatan kejahatan disegala sisi. Mulai dari aksi pemalakan tersendiri, gabungan maupun sampai terorganisir hingga kepada kejahatan korupsi yang berdiri sendiri maupun yang berkelompok dan sangat masif.

Pemberitaan media massa tercatat hampir setiap hari terjadi ataupun yang terungkap mengenai kejahatan dijalanan maupun kasus suap dari berbagai kalangan, utamanya pejabat yang memiliki wewenang dan kekuasaan yang besar. 

Hampir dipastikan, kehidupan kota Jakarta menuntut kecepatan dan kegesitan warganya untuk beraktifitas mencari nafkah, dari mulai matahari belum terbit sampai matahari tenggelam. Tak jarang, rumah hanya menjadi tempat istirahat dari segala rutinitas  tersebut. Masyarakat menjadikan rumah sebagai tempat persinggahan sementara didalam aktifitasnya. 

Gaya hidup yang serba terburu-buru seakan menjadi ciri khas tersendiri buat masyarakat kota besar  ini. Di luar rumah, menjalankan segala aktfitas keseharian merupakan hal yang biasa terjadi.

Ekonomi dan motifnya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari menjadi suatu tujuan yang tidak mengenal ujung, semua seakan berjalan melingkar dan cenderung tiada akhir. Berbagai motif yang kemudian dilakukan dan dijalankan seakan tidak sesuai dengan apa yang digambarkan. Keseharian seakan mengambang, tak mengenal titik dan juga pencapaian. Semua dijalankan berlandaskan ekonomi, demi berlangsungnya kehidupan itu sendiri.

Ketidakteraturan menjadi rutinitas dan berkembang menjadi kebiasaan yang membelenggu. Seakan tiada lagi yang dapat dilakukan selain mengarah kepada motif ekonomi buat seluruh masyarakat kota Jakarta. Tindakan yang dilakukan selalu terjadi pengulangan dan selamanya tidak berubah. Munculnya kemiskinan dan ketidak berdayaan akibat tekanan hidup, seakan membuat pembenaran akan aktifitas rutin yang dijalankan, demi motif ekonomi.

-pHg-

Senin, 08 April 2013

Preman Sebaiknya Dibasmi

Aksi-aksi premanisme belakangan ini semakin sering terjadi yang mengakibatkan timbulnya keresahan di masyarakat. Premanisme dalam menjalankan aksinya berada di hampir semua tempat, dari pemukiman padat penduduk sampai ke lingkungan elit, dari mulai pelapakan kumuh sampai dengan lokasi komersial yang elit. Pelaku premanismepun semakin menjamur dari yang perseorangan, kelompok kecil sampai dengan kelompok teroganisir.

Gangguan yang diakibatkan oleh aksi preman ini umumnya membuat resah dan sengsara masyarakat umum. Dari mulai pemalakan halus sampai dengan uang setoran yang harus diserahkan korban kepada penguasa preman. 

Sebagai masyarakat awam yang besar dan tinggal di kota Jakarta, penampakan aksi premanisme sudah sangat terbiasa terlihat di sekililing kota. Dari lingkungan rumah, preman dan aksi premanismenya terlihat jelas dari sekedar menyapa sinis orang yang dianggap lemah sampai dengan pemalakan halus dan pemalalakan kasar. Lihat saja, hampir setiap warung apa saja disekitar lingkungan dipastikan akan mengeluarkan  uang sebagai jasa preman atau bisa disebut jasa keamanan. Bila tidak diberikan, hampir dipastikan warung tersebut akan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan atau terganggu aktivitasnya karena selalu diganggu keamanannya. 

Bila diperkampungan atau perumahan sedang dilakukan renovasi rumah, atau pembangunan rumah baru, kegiatan tersebut akan sangat menarik minat preman untuk mampir dan memperkenalkan aksi-aksinya. Dari mulai kutipan jasa keamanan, kutipan jasa turun barang, kutipan kendaraan yang melintas sampai dengan setoran tertentu agar tidak ada gangguan keamanan, seperti pencurian, pemalakan dan bahkan pengrusakan.

Aksi premanisme memang sudah sangat meresahkan dan cenderung malah menyengsarakan masyarakat. Bermodal keberanian untuk berkelahi dan penampilan sangar, preman bisa dipastikan menjadi suatu profesi tersendiri. Pengerahan masa preman bisa menjadi alat tawar yang praktis buat sebagian kalangan baik pengusaha maupun para politisi. Sengketa lahan, property sampai dengan perkara perdata antara pengusaha hampir dipastikan memilih preman untuk penyelesaian kasusnya. 

Disisi lain, pengerahan masa preman menjadi ladang bisnis tersendiri yang menggiurkan buat sekalangan orang tertentu. Balutan organisasi massa bisa menjadikan preman dan aksi premanismenya dilakukan tanpa malu-malu apalagi merasa bersalah. Sudah sering sekali aksi premanisme berbalut organisasi massa membuat ulah yang meresahkan masyarakat bahkan cenderung membahayakan masyarakat awam.

Saat ini, ekonomi Indonesia sedang mengalami masa sulit, terutama buat para buruh dan masyarakat kelas bawah. Biaya hidup yang semakin tinggi tampa dibarengi dengan pendapatan yang mengikuti, membuat masyarakat harus semakin ketat membelanjakan pendapatan hanya untuk dapat bertahan hidup. Sementara, rasa keamanan masyarakat untuk mengais rezeki harus dihadapkan kepada aksi premanisme di jalan. 

Premanisme dan preman memang semestinya dibasmi untuk ketenangan masyarakat. Hidup sudah susah, jangan lagi para preman diberi tempat dan ruang kebebasan dalam menjalankan aksi-aksinya yang menyengsarakan. Semoga ada aksi nyata dari pemerintah untuk memberantas penyakit masyarakat yang satu ini.


-pHg-

Rabu, 27 Maret 2013

Mencari Figur Pemimpin Yang Mensejahterakan Rakyat

Bangsa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi tahun depan, proses kearah tersebut sudah dimulai dengan tampilnya belasan partai politik sebagai peserta pemilu tahun depan. Belasan partai tersebut lolos setelah melewati tahapan verifikasi yang dianggap ketat selama sepanjang pemilu. Dua partai peserta pemilu bahkan lolos setelah melalui perjuangan hukum, selebihnya dianggap tidak memenuhi syarat terpaksa harus bergabung dengan partai yang dianggap lolos agar dapat mengikuti pesta demokrasi.

Pesta merupakan suatu perayaan yang bersifat menyenangkan dan cenderung menghabiskan banyak biaya demi sebuah pesta. Mengadakan pesta merupakan penghamburan biaya yang biasanya dilakukan oleh orang atau perusahaan yang dianggap sudah mapan secara ekonomi. Untuk pesta demokrasi, kontrakdiksi terjadi karena pada dasarnya masyarakat Indonesia saat ini dalam keadaan yang bisa dianggap jauh dari mapan. Demokrasi memang membutuhkan biaya bahkan cenderung besar. 

Dalam pesta demokrasi tersebut, akan dipilih pemimpin untuk legislatif maupun untuk eksekutif. Akan ada pemimpin baru yang akan memimpin bangsa besar ini untuk lima tahun kemudian. Harapan akan sangat besar dialamatkan kepada para calon pemimpin legislatif maupun eksekutif ini, inti dari harapan tersebut adalah bagaimana semua pemimpin tersebut bersinergi untuk dapat mensejahterakan rakyatnya. Mensejahterakan bukan hanya sekelompok orang, bukan hanya segelintir orang saja yang mendukung para calon pemimpin tersebut, akan tetapi semua rakyat Indonesia. 

Mencari figur pemimpin buat bangsa ini sangatlah unik dan seakan seperti mencari suatu yang sulit sekali dicari, karena tugasnya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Beberapa pemimpin sebelumnya sangat kesulitan untuk memikul tanggung jawab seperti ini. Sejarah mencatat dalam rangka mensejahterakan rakyatnya, pemimpin seringkali harus mengambil keputusan yang malah membuat rakyatnya semakin terpuruk dan cenderung terlibat hutang. Bukan hanya itu, ternyata mensejahterakan rakyatnya dimulai dari golongannya sendiri, yang secara masif cenderung positif menyengsarakan rakyatnya. Beberapa kejadian menunjukkan hal tersebut, korupsi adalah jalan paling umum untuk memperkaya golongan sendiri.

Akan banyak sekali uang negara dihamburkan untuk mengadakan pesta demokrasi nanti, dan akan banyak sekali yang terlibat dengan segala persoalannya untuk bisa turut serta dalam pesta tersebut. Hasil yang didapat dari pesta tersebut adalah pemimpin yang akan membawa Indonesia kemanapun sesuai dengan arahan pemimpin tersebut. Hutang baru akan dibuat, peraturan baru akan dibuat, proyek baru akan disiapkan semuanya dengan tujuanmensejahterakan. Lalu dalam prosesnya akan ada penyalahgunaan, akan ada penyimpangan dan akan ada yang sejahtera karena hal tersebut dan itu pastinya bukan rakyat.

Rakyat Indonesia selalu dibawa kedalam pergulatan mengenai figur pemimpin dalam setiap pesta demokrasi daripada pemikiran tentang bagaimana kesejahteraan itu dapat terjadi. Berbagai survey mengenai figur pemimpin yang bernilai milyaran dibuat hanya untuk membuat opini kepada masyarakat Indonesia akan figur pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Tak satupun survey yang menunjukkan  sepak terjang pemimpin atau partai tertentu yang dalam perjuangannya mensejahterakan rakyatnya. Karena pemimpin sekarang adalah pengenjantawahan dari sepak terjang partai polotik yang haus akan kekuasaan dan cenderung  serakah. 

Bisakah bangsa Indonesia mencari figur pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan atau paling tidak berjuang untuk rakyatnya? Masyarakat harus berjuang melepaskan opini kepada para figur pemimpin, dan mulai memikirkan akan strategi untuk membuat kemajuan dalam kesejahteraan siapapun itu pemimpinnya. Dalam demokrasi, strategi tersebut hanya ada dalam partai politik yang berbentuk platform politik. Sangat menyedihkan, segala sesuatu yang bersifat strategi untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat hanya ada dalam partai politik. 

Semoga bangsa Indonesia bisa mendapat figur pemimpin yang dapat terlepas dari ikatan partai politik dan selalu sadar bahwa negaranya lebih membutuhkan daripada partainya. Semoga.......


-pHg-

Sabtu, 23 Maret 2013

Mengeluh Jadi Trend Yang Alami

Mengeluh merupakan kata yang sangat populer saat ini, hampir setiap hari kita mendengar berita maupun informasi media memberitakan keluhan yang berasal dari masyarakat sampai dengan pejabat negara. Mengeluh bisa macam-macam motifnya, dari mulai tekanan ekonomi, kerja, kehidupan, asmara sampai dengan keluhan atas produk atau jasa yang dikonsumsi. 

Mengeluh, berkeluh kesa merupakan sikap manusia untuk memberitakan kepenatan hatinya pada sesuatu yang dianggapnya menjadi tekanan, beban atau karena ketidak mampuannya menyelesaikan masalah tersebut. Hampir semua manusia mengalami keluhan atau mengeluh, bahkan mengeluh dimulai dari manusia pertama diciptakan. Jadi ada kemungkinan mengeluh adalah bagian dari sifat manusia, seperti sifat-sifat lainnya, hanya saja mengeluh sebagian besar dipersepsikan sebagai sifat yang antagonis. Hal ini bisa diperdebatkan tersendiri.

Banyak sekali tulisan mengenai bagaimana menghindari atau menghadapi mengenai keluhan atau seseorang yang ingin mengeluh mengenai apa saja. Sabar dan kesabaran merupakan satu strategi lain untuk menghadapi kemunculan sifat mengeluh pada diri seseorang. Lalu bagaimana jadinya kalau seseorang ingin mengeluhkan suatu produk atau jasa yang dikonsumsinya atau digunakannya kepada si pembuat jasa atau produk tersebut. Sabar atau kesabaran tentu bukanlah jawaban yang tepat, karena si produsen jasa atau produk tersebut harus bertanggung jawab atas keluhan yang dialami oleh pengguna jasa atau produknya tersebut. 

Jadi dalam motif ekonomi, mengeluh memerlukan interaktif antara pribadi yang satu dengan lainnya atas hal yang dianggap merupakan tanggung jawab pihak lain. Dalam hal pribadi atau kepenatan yang dirasakan seseorang secara pribadi pada kondisi kesehatan atau kehidupan, tentunya hal ini tidak selalu harus berhadapan dengan pihak lain untuk mengeluh. Lalu kepada siapa keluhan tersebut dilayangkan ? tentunya keluhan yang bersifat pribadi atau tidak menyangkut hal lain tidak dapat di kategorikan sebagai bagian dari keluhan yang harus ditanggapi layaknya persoalan hak dan kewajiban.

Tekanan kerja juga bisa menjadi seseorang menjadi mengeluh, beratnya beban kerja yang dihadapi sampai dengan mengetahui ketidakmampuan seseorang dalam menjalani tugas dan tanggung jawab, bisa dijadikan motivasi untuk mengeluh. Lalu kalau keluhan seperti ini, siapa yang bertanggung jawab untuk menangani keluhan orang tersebut atas akibatyang tidak ada orang lainpun terlibat. Sebagian besar keluhan seperti ini dikeluarkan secara alami, jadi mengeluh merupakan sifat yang alami yang dikeluarkan seseorang dalam menghadapi beban apa saja yang dirasakan dan berhubungan dengan sesuatu lainnya.

Mengeluh biasanya dilakukan akibat ketidak berdayaan seseorang akan sesuatu yang dihadapi atau sedang dihadapi atau yang akan dihadapi. Masyarakat banyak sekali mengeluh akhir-akhir ini karena adanya tekanan yang dirasakan pada semua hal, dari beratnya biaya hidup, rendahnya kesejahteraan sampai hal lain yang tidak dapat dihadapi. 

Baru-baru ini masyarakat disuguhkan akan keluhan seorang pemimpinnya yang merasa ruang kerjanya terlalu sempit untuk bisa bekerja sebagai seorang kepala negara. Bila mengeluh merupakan sifat, lalu bagaimana sebagian besar masyarakat yang dipimpinya itu hanya memiliki setengah dari ruang kerja sebagai perlindungan hidup bersama keluarganya akan mengeluh. Kalau ruang kerja saja sudah sedemikian dikeluhkan, bagaimana lagi masyarakat yang dipimpinya itu harus mengahadapi karena jangankan ruang kerja, untuk melindungi dari panas dan hujan saja tidak ada.

Daalam beberapa nasehat, sabar atau kesabaran merupakan senjata ampuh untuk menghadapi kondisi seseorang untuk mengeluh. Hal ini bisa menjadi alat penawar yang kontradiktif karena disatu sisi kepenatan hidup, asmara atau apapun masih membara hingga harus dikeluarkan statemen untuk mengeluh, sedangkan unsur penawar yang dilakukan adalah untuk membiarkan hal tersebut berlangsung atau terjadi dengan kata sabar atau kesabaran. Analoginya adalah seperti seseorang yang berakit akan menghadapi air terjun beberapa meter didepannya, dan jawaban atas hal tersebut adalah dengan membiarkan hal itu terjadi. Adalah tidak realistis bila orang tersebut akan terjun bebas ke arah air terjun tanpa memberikan perlawanan akan kejadian tersebut dan tidak bersikap pasrah.

Jadi apabila mengeluh, memang karena sudah sifat, harus keluar atau dikeluarkan, sementara itu harus diambil tindakan nyata yang membantu mereduksi esensi keluhan tersebut. Sehinggah akan didapat keseimbangan dimana perasaan penat atau beban bisa dihadapi dengan tindakan nya agar apapun yang menjadi asumsi keluhan tersebut sedikit banyak tereduksi agar kepenatan dan beban tersebut menjadi berkurang. 

Bila selama mengeluh dilanjutkan dengan aksi nyata untuk menghadapinya, maka keluhan akan menjadi bersifat positif dan tidak pasif. Berbagai cara akan dihadapi, dilakukan demi menghindari esensi keluhan tersebut. Orang akan semakin kreatif dalam mensiasati segala permasalahan yang akan menjadi beban dalam dirinya. Dalam kapasitas menghadapi atau menghindari esensi dari keluhan yang disampaikan, tertawa merupakan bentuk akhir dari segala proses tersebut. Masalah akan lewat atau paling tidak tereduksi, dan orang tersebut akan tertawa dengan lepas ketika berhasil menghadapi esensi keluhan tersebut. Tekanan maupun beban tidak akan berkelanjutan menjadi suatu stress yang berkepanjangan, apabila keluhan yang terjadi dapat direduksi dengan hati yang senang dan riang.

Saat ini, keluhan memang menjadi trend yang sedang naik daun, harapannya, apabila keluhan tersebut dapat disiasati, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang penuh dengan inspiratif serta kreatif. 


-pHg-
-Ace Maxs-

Selasa, 19 Februari 2013

Kesejahteraan Hanya Suatu Kata Dalam Mimpi

Kesejahteraan dalam kamus wikipedia adalah menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Kata kesejahteraan merujuk kepada suatu progres yang bernada positif, yakni menuju kearah keadaan yang baik. Ada sekurangnya tiga tujuan yang dapat dihasilkan dalam menuju ke keadaan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan, yaitu makmur, sehat dan damai yang kesemua targetnya adalah manusia atau masyarakat.

Akhir-akhir ini kata kesejahteraan menjadi sangat terkenal karena banyak sekali yang menyebutkan dan mempromosikannya. Utamanya adalah para politikus yang sedang menghadapi pilkada, kerapkali menggunakan kata kesejahteraan sebagai bagian dari kampanyenya. Begitu seringnya kata ini didengungkan oleh para politikus negri ini, sehinggah kata tersebut menjadi sangat tabu bagi masyarakat awam. Tabu dalam arti kata penyebutan kata tersebut sudah tidak bermakna lagi sebagaimana digambarkan di atas, yaitu menuju ke keadaan yang lebih baik dalam kemakmuran, kesehatan dan suasana damai.

Yang terjadi saat ini adalah, setelah menggunakan kata kesejahteraan dalam  kampanyenya, kata tersebut seakan lenyap ditelan bumi ketika si politikus tersebut menduduki kursi empuk yang didambakannya. Kata kesejahteraan seakan berubah makna dihadapan sang penguasa menjadi untuk meraup sebesarnya kemakmuran pribadi.

Baru-baru ini terekspose di masyarakat dimana secara seorang bayi ditolak di berbagai rumah sakit, hanya karena orangtuanya tidak memiliki biaya perobatan untuk buah hatinya tersebut. Hasilnya adalah kematian dari bayi malang tersebut akibat tidak dapat penanganan medis dari rumah sakit yang berisikan orang-orang yang sangat pintar dan mengenyam pendidikan teramat tinggi untuk kalangan negri ini.

Peristiwa tersebut menjadi fenomena tersendiri, dimana secara umum dan mahfum dikalangan masyarakat jelata, bahwa penanganan kesehatan oleh dokter yang mempunyai pendidikan tinggi tersebut sangatlah sukar didapatkan apabila tidak memiliki dana untuk perobatan tersebut. Masih teringat, ketika masyarakat ramai-ramai menyerahkan kesehatannya ditangani oleh sesuatu yang bersifat non natural dan berbiaya murah hanya karena tidak memiliki dana.

Kesejahteraan, dalam banyak hal umumnya tidak dimiliki oleh masyarakat. Menjadi makmur hanya merupakan impian bagi sebagian besar rakyat di negri ini. Kesehatan yang prima yang didamba semua orang tidak dapat dijaga dan dipertahankan dengan maksimal oleh masyarakat karena sehat itu mahal. Bahkan terjadi kecenderungan, biaya penanganan kesehatan adalah salah satu penyebab yang membuat orang bangkrut. Kedamaian dalam tujuan kesejahteraan menjadi tawar dalam suasana himpitan perkonomian yang semakin membelit.

Kesejahteraan sekarang menjadi sebuah kata tanpa bermakna lagi, tidak ada pencapaian yang bisa didapatkan oleh kata tersebut pada saat ini. Kesejahteraan merupakan kata yang menjadi komoditas para politikus, untuk pemangku jabatan publik, kata seperti ini memiliki makna yang sangat terbatas, tidak untuk ke masyarakat akan tetapi untuk ke dirinya sendiri, yakni mensejahterakan diri sendiri dan golongan.

 Apa yang terjadi bila kesejahteraan tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar orang dan menjadi tidak sejahtera. Kelaparan dan kemelaratan akan menjadi sangat umum terpampang dimana-mana. Kesenjangan yang terjadi menjadi gambaran yang kontras yang terjadi di masyarakat. Harapan akan kesejahteraan terjadi di negri masih merupakan mimpi yang dinantikan kedatangannya. 

- pHg -


Kamis, 07 Februari 2013

Nuansa Politis Pada Tahun Politik 2013

Banyak yang bilang tahun 2013 ini akan menjadi tahun politik bagi bangsa Indonesia. Disinyalir, tahun ini akan penuh dengan peristiwa politik dan ketidak pastian. Pengaruh dan aroma politik akan bergema disetiap sudut kejadian yang akan terjadi di tahun 2013 ini. Dari mulai kejadian ekonomi sampai masalah hukum, dari mulai kegiatan biasa sampai dengan kejadian bencana diramalkan akan bernuansa politis.

Mengawali tahun politik 2013, beberapa kejadian yang bernuansa politis sedang berlangsung, penetapan partai peserta pemilu 2014 oleh komisi pemilihan umum, kemorosotan elektabilitas partai politik berdasarkan survey, kesenjangan komunikasi dalam internal partai yang keluar, penangkapan presiden partai politik karena terlibat kasus suap, sampai kepada pernyataan presiden republik Indonesia yang gundah karena partai politiknya bermasalah soal elektabilitas, semuanya bernuansa politis.

Bulan pertama tahun 2013 memang sudah dimulai dengan kejadian yang bernuansa politis, tetapi ada beberapa hal yang kendur diperhatikan ialah merangkaknya harga kebutuhan pokok di hampir semua pelosok tanah air, kenaikan tarif dasar listrik yang mulai diberlakukan, bencana banjir di berbagai tempat di Sumatera dan Jawa, bahkan di ibukota.

Kesejahteraan buruh dan pekerja informal sekarang ini semakin terhimpit dari keadaan dan kondisi ekonomi yang kian sulit. Penetapan upah minimum untuk kalangan buruh yang tak kunjung selesai berpihak kepada buruh, ancaman hengkangnya investor keluar dari Indonesia, serta semakin tingginya biaya hidup.

Harus diakui tahun 2014 nanti bangsa ini akan menyelenggarakan pemilihan umum untuk legislatif dan eksekutif.  Sekitar belasan partai politik akan memperebutkan sekitar 500 an kursi parlemen daken akan ada dua orang sebagai presiden dan wakil presiden. Dari perebutan kekuasaan tersebut, akan terlibat puluhan ribu orang untuk bersaing di parlemen. Bayangkan kompetisi yang diikuti puluhan ribu orang ini akan memberikan efek politis yang sangat luar biasa bagi bangsa ini. Strategi, trik serta daya upaya yang halal dan haram akan bermain didalamnya seiring perebutan kursi tersebut. Semua partisan akan mengusung tema kesejahteraan didalamnya, benarkah itu akan terwujud ?

-pHg-

Selasa, 15 Januari 2013

Banjir - Macet - Jakarta Metropolitan

Hari ini, Jakarta mengalami kebanjiran disemua tempat dan lingkungan dari mulai pinggiran kota sampai dengan pusat kota, dari lingkungan kumuh sampai lingkungan elit. Hujan yang mengguyur selama sepanjang malam, membuat kota Jakarta menderita beban banjir yang menggenang dimana-mana. Jakarta adalah sebuah kota metropolitan, yang memberikan magnet yang luar biasa untuk orang dari berbaagai penjuru mengais rezekinya di Jakarta. Menyandang kota metropolitan, Jakarta memiliki profile yang hampir sama dengan kota metropolitan lain di dunia.

Gedung pencakar langit, aktifitas perekonomian dan pusat pemerintahan menjadi ciri umum Jakarta sebagai kota metropolitan. Sayangnya ciri tersebut tidak banyak dikenal oleh masyarakatnya, dan yang paling terkenal oleh masyarakat bahwa Jakarta adalah gudangnya macet dan banjir.

Untuk kemacetan, setiap hari di jam pergi dan pulang kantor, Jakarta selalu mengalami kemacetan yang luar biasa. Jutaaan orang bergerak bersamaan dengan menggunakan kendaraan pribadi roda dua dan empat serta transportasi lain, masuk menuju Jakarta. Bisa dibayangkan, bagaimana mungkin gerakan arus manusia yang memasuki Jakarta sedemikian banyak dan bergerak perlahan ke pusat kota tidak membuat antrian yang menyebabkan kemacetan.

Untuk banjir, Jakarta sebagai kota metropolitan ternyata tidak kuat bahkan cenderung lemah untuk sekedar menghadapi hujan biasa. Pasalnya, baru beberapa saat hujan menerjang, pastinya daerah tersebut akan terjadi genangan bahkan banjir. Jangankan untuk menahan hujan semalaman, tidak terdapat hujan saja di Jakarta, banjir kiriman akan mengintai selalu sepanjang bantaran sungai Ciliwung. Tata kelola pengairan di kota metropolitan ini memang tergolong yang buruk.Harus diakui, Jakarta sebagai kota metropolitan sebenarnya sudah harus menyadari semua konsekuensinya. Kepadatan penduduknya, kepadatan kendaraan yang melaluinya serta bagaimana mengalirkan air hujan agar tidak tergenang dan bahkan banjir.

Banjir bukan saja menyebabkan kemacetan dijalan-jalan, juga membuat suatu daerah atau lingkungan menderita beban. Air yang masuk kedalam rumah bukanlah air yang bersih, melainkan air yang sudah bercampur dengan segala macam sampah dan kotoran yang memang selalu ada di Jakarta. Nah,, ternyata sampah juga menjadi ikon masalah yang tak kalah menariknya buat Jakarta. Ribuan ton sampah juga dihasilkan dari kota ini. Jadi kali ini masyarakat Jakarta menghadapi banjir, macet serta sampah secara bersamaan.

-pHg-

Senin, 14 Januari 2013

Wirausaha - Langkah Awal Menuju Sukses

Meningkatnya jumlah orang yang menyadari bahwa menjadi pekerja tidaklah selalu menjamin kebutuhan finansial maupun daya kreatifitasnya.Perusahaan yang memberi renumerasi yang dibawah standar, kondisi kerja yang jauh dari nyaman dan keselematan serta sampai pada tidak dapat mengekspresikan kreatifitas kerjanya.Resiko akan adanya pemutusan hubungan kerja sampai kepada berbagai intimidasi menjadi resiko yang dihadapi para pekerja saat ini. Apapun bentuk perusahaan tersebut, penekanan biaya operasional dan efisiensi menjadi penyebab ketidak berpihakan kepada para pekerja. Jadi, saat ini bila sebagian ingin berwirausaha, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk dapatkan memulai bisnis anda.

1. Pastikan Kewirausahaan adalah Apa yang Anda Inginkan

Jika Anda berpikir untuk memulai bisnis karena Anda kehilangan pekerjaan dan mengalami kesulitan menemukan yang baru, kemudian berpikir untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Mengikuti seminar atau pelatihan karir. Sebenarnya memulai usaha jauh lebih sulit daripada mendapatkan pekerjaan, sehingga memerlukan  usaha ekstra dari sekedar untuk mencari pekerjaan dengan cara yang lebih baik. Piikirkan dengan matang apakah anda memiliki apa yang diperlukan untuk memulai bisnis dalam hal ini: Tidak ada yang akan memberitahu anda apa yang harus dilakukan (kecuali pelanggan Anda). Anda harus memotivasi diri, bersedia untuk berkorban banyak, dan dapat bertahan untuk jangka panjang sementara bisnis anda berajalan dari awal.

2. Tentukan Apa Jenis Bisnis Anda

Usaha Franchise atau independen? Jasa atau pembuatan produk? jualan ritel atau secara online? Pelanggan konsumen atau bisnis-to-business? Ada puluhan jenis usaha, masing-masing dengan keuntungan sendiri dan kelemahannya. Ingin bekerja dengan publik? Sebuah toko ritel mungkin tepat untuk Anda, tetapi Anda akan menghadapi overhead (sewa dan utilitas misalnya). Ingin mempertahankan bisnis anda kecil dengan overhead yang rendah, dan menjual keahlian Anda? Menjadi seorang konsultan mungkin cocok untuk anda, namun hanya ada 24 jam dalam sehari dan yang dapat membatasi pendapatan Anda.

3. Teliti Ide Anda

Yang paling penting untuk diingat jika Anda mempertimbangkan untuk memulai wirausaha: Ini bukan perlombaan. Orang-orang yang terburu-buru akan mendapatkan sangsi di pasar jauh lebih parah daripada orang-orang yang mengambil waktu mereka. Anda mungkin mendengar kata-kata "pionir adalah keuntungan" - gagasan tersebut akan membuat anda lupa diri, yakin dengan gagasan awal yang pertama adalah produk utama orang lain. Tapi ide yang berlebihan, terutama untuk usaha kecil. Emerge terlalu cepat dan Anda bisa menyia-nyiakan sumber daya yang berharga. Ini jauh lebih baik untuk metodis, rajin riset ide Anda. Apakah ada orang lain yang melakukannya? seperti apa kompetisinya? Apakah konsumen dan bisnis memiliki pengganti yang layak jika mereka tidak memilih produk Anda? Apakah produk Anda benar-benar memecahkan masalah ? Apakah permintaan akan cukup besar di masa depan, bukan hanya untuk satu atau dua tahun? Setelah Anda benar-benar yakin Anda memiliki gambaran atas ide anda, maka Anda dapat melanjutkan.

4. Menulis Rencana Bisnis

Dengan puluhan bisnis-plan-di-kotak-sumber daya yang tersedia secara online, tidak ada lagi alasan untuk tidak menulis (tidak berpikir, menulis) rencana bisnis sebelum Anda memulai bisnis Anda. Mengapa menulis rencana bahkan jika Anda satu-satunya orang yang bekerja dalam bisnis? Karena memaksa Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting bahwa Anda tidak harus mengabaikan jika Anda ingin memiliki kesempatan yang kuat untuk sukses. Tidak perlu panjang. Buatlah satu halaman jika Anda tidak memiliki kesabaran untuk berbuat lebih banyak. Tapi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan:

- Apa tujuan dari bisnis?

- Siapa pelanggan saya?

- Masalah apa yang bakal terjadi pada  produk / jasa saya ?

- Siapa kompetisi saya dan mengapa produk / jasa saya memiliki keunggulan?

- Bagaimana  harga, posisi, pasar yang mendukung produk / jasa saya?

- Apa proyeksi keuangan saya untuk bisnis selama 3-5 tahun ke depan?

5. Pilih Struktur Usaha

Menurut usaha kecil BPA Michael Hanley, "dimulai Dasar untuk perencanaan pajak bahkan sebelum hari pertama Anda memulai operasi usaha. Dari semua keputusan pemilik bisnis yang dibuat, sangat sedikit akan memiliki dampak yang besar sebagai pilihan entitas. Memutuskan apakah akan menjadi suatu Usaha Perorangan, Kemitraan, usha tradisional, CV, atau Perseroan Terbatas  akan memiliki efek jangka panjang pada implikasi pajak masa depan bisnis Anda. Anda dapat belajar tentang manfaat dan pengorbanan dari masing-masing Rencana di sejumlah tempat dan ada yang sangat baik, buku singkat pada subjek, juga.

6. Memulai Tim Anda

Sementara tim Anda sebagian besar terdiri dari karyawan, berpikir lebih luas. Anda akan membutuhkan penasihat terpercaya termasuk seorang pengacara, akuntan pajak, penasehat asuransi / agen. Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk menyewa seorang Asisten Virtual siapa yang berpengalaman dalam startups untuk menangani tugas-tugas administratif yang datang dengan meluncurkan bisnis.

7. Penanganan Dokumen

Seiring dengan memulai sebuah bisnis datang berbagai persyaratan dokumen yang tidak dapat diabaikan, termasuk:

- Mengajukan permohonan izin yang berlaku dan registrasi dari pemerintah. Dapatkan bimbingan dari Kantor negara Anda dari situs Perpajakan di mana bentuk Anda akan perlu untuk menyelesaikan.

- Jika kekayaan intelektual milik merupakan aset penting bagi bisnis Anda, Anda perlu untuk melindungi segera. Meskipun pengajuan merek dagang dan hak paten mahal, itu jauh lebih mahal untuk seseorang pertempuran atas hak-hak di telepon. Juga pastikan Anda mendapatkan nama domain internet yang mungkin penting bagi bisnis Anda (. Com, net dan.. Org setidaknya, dan mempertimbangkan. Biz dan lain-lain, juga).

- Jika Anda membentuk kelompok usaha kecil , Anda mungkin memenuhi syarat untuk program-program pemerintah khusus yang dapat menyediakan modal awal.

- Membeli asuransi bisnis yang tepat sebelum Anda mulai beroperasi.


Selamat mencoba..

-pHg-

Rabu, 02 Januari 2013

Selamat Natal 2012 Dan Tahun Baru 2013

Selamat merayakan Natal 25 Desember 2012 dan Tahun Baru 1 Januari 2013.
Dalam tahun 2012, banyak sekali kejadian yang sudah terjadi sepanjang tahun ini. Beberapa peristiwa besar dalam masyarakat telah terjadi, mencuatnya korupsi yang bernilai trilyunan sampai kepada bencana yang mengakibatkan banyak orang celaka.


Dalam suasana perekonomian yang kian ketat dan sulit, pengharapan akan hari esok yang lebih baik dilakukan dengan membuat resolusi untuk tahun 2013. Berbagai resolusi yang berisi harapan dan cita-cita menjadi penyemangat dan motivasi untuk menjalani dan menghadapi 2013.

Hal-hal berat telah menanti dengan sigap di tahun 2013, dari mulai kenaikan Tarif Dasar Listrik sampai kenaikan kebutuhan pokok serta diikuti menurunnya  kesejahteraan. Perekonomian memang menjadi tantangan yang sangat berat buat masyarakat sekarang ini dan kedepannya. Bagaimanapun juga, harus bisa dilewatkan dengan tidak pernah berserah diri kepada Tuhan.

Hanya Tuhan yang bisa menjaga dan menyertai kita di tahun 2013.
-pHg-