Amazon


Selasa, 19 Februari 2013

Kesejahteraan Hanya Suatu Kata Dalam Mimpi

Kesejahteraan dalam kamus wikipedia adalah menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Kata kesejahteraan merujuk kepada suatu progres yang bernada positif, yakni menuju kearah keadaan yang baik. Ada sekurangnya tiga tujuan yang dapat dihasilkan dalam menuju ke keadaan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan, yaitu makmur, sehat dan damai yang kesemua targetnya adalah manusia atau masyarakat.

Akhir-akhir ini kata kesejahteraan menjadi sangat terkenal karena banyak sekali yang menyebutkan dan mempromosikannya. Utamanya adalah para politikus yang sedang menghadapi pilkada, kerapkali menggunakan kata kesejahteraan sebagai bagian dari kampanyenya. Begitu seringnya kata ini didengungkan oleh para politikus negri ini, sehinggah kata tersebut menjadi sangat tabu bagi masyarakat awam. Tabu dalam arti kata penyebutan kata tersebut sudah tidak bermakna lagi sebagaimana digambarkan di atas, yaitu menuju ke keadaan yang lebih baik dalam kemakmuran, kesehatan dan suasana damai.

Yang terjadi saat ini adalah, setelah menggunakan kata kesejahteraan dalam  kampanyenya, kata tersebut seakan lenyap ditelan bumi ketika si politikus tersebut menduduki kursi empuk yang didambakannya. Kata kesejahteraan seakan berubah makna dihadapan sang penguasa menjadi untuk meraup sebesarnya kemakmuran pribadi.

Baru-baru ini terekspose di masyarakat dimana secara seorang bayi ditolak di berbagai rumah sakit, hanya karena orangtuanya tidak memiliki biaya perobatan untuk buah hatinya tersebut. Hasilnya adalah kematian dari bayi malang tersebut akibat tidak dapat penanganan medis dari rumah sakit yang berisikan orang-orang yang sangat pintar dan mengenyam pendidikan teramat tinggi untuk kalangan negri ini.

Peristiwa tersebut menjadi fenomena tersendiri, dimana secara umum dan mahfum dikalangan masyarakat jelata, bahwa penanganan kesehatan oleh dokter yang mempunyai pendidikan tinggi tersebut sangatlah sukar didapatkan apabila tidak memiliki dana untuk perobatan tersebut. Masih teringat, ketika masyarakat ramai-ramai menyerahkan kesehatannya ditangani oleh sesuatu yang bersifat non natural dan berbiaya murah hanya karena tidak memiliki dana.

Kesejahteraan, dalam banyak hal umumnya tidak dimiliki oleh masyarakat. Menjadi makmur hanya merupakan impian bagi sebagian besar rakyat di negri ini. Kesehatan yang prima yang didamba semua orang tidak dapat dijaga dan dipertahankan dengan maksimal oleh masyarakat karena sehat itu mahal. Bahkan terjadi kecenderungan, biaya penanganan kesehatan adalah salah satu penyebab yang membuat orang bangkrut. Kedamaian dalam tujuan kesejahteraan menjadi tawar dalam suasana himpitan perkonomian yang semakin membelit.

Kesejahteraan sekarang menjadi sebuah kata tanpa bermakna lagi, tidak ada pencapaian yang bisa didapatkan oleh kata tersebut pada saat ini. Kesejahteraan merupakan kata yang menjadi komoditas para politikus, untuk pemangku jabatan publik, kata seperti ini memiliki makna yang sangat terbatas, tidak untuk ke masyarakat akan tetapi untuk ke dirinya sendiri, yakni mensejahterakan diri sendiri dan golongan.

 Apa yang terjadi bila kesejahteraan tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar orang dan menjadi tidak sejahtera. Kelaparan dan kemelaratan akan menjadi sangat umum terpampang dimana-mana. Kesenjangan yang terjadi menjadi gambaran yang kontras yang terjadi di masyarakat. Harapan akan kesejahteraan terjadi di negri masih merupakan mimpi yang dinantikan kedatangannya. 

- pHg -


Kamis, 07 Februari 2013

Nuansa Politis Pada Tahun Politik 2013

Banyak yang bilang tahun 2013 ini akan menjadi tahun politik bagi bangsa Indonesia. Disinyalir, tahun ini akan penuh dengan peristiwa politik dan ketidak pastian. Pengaruh dan aroma politik akan bergema disetiap sudut kejadian yang akan terjadi di tahun 2013 ini. Dari mulai kejadian ekonomi sampai masalah hukum, dari mulai kegiatan biasa sampai dengan kejadian bencana diramalkan akan bernuansa politis.

Mengawali tahun politik 2013, beberapa kejadian yang bernuansa politis sedang berlangsung, penetapan partai peserta pemilu 2014 oleh komisi pemilihan umum, kemorosotan elektabilitas partai politik berdasarkan survey, kesenjangan komunikasi dalam internal partai yang keluar, penangkapan presiden partai politik karena terlibat kasus suap, sampai kepada pernyataan presiden republik Indonesia yang gundah karena partai politiknya bermasalah soal elektabilitas, semuanya bernuansa politis.

Bulan pertama tahun 2013 memang sudah dimulai dengan kejadian yang bernuansa politis, tetapi ada beberapa hal yang kendur diperhatikan ialah merangkaknya harga kebutuhan pokok di hampir semua pelosok tanah air, kenaikan tarif dasar listrik yang mulai diberlakukan, bencana banjir di berbagai tempat di Sumatera dan Jawa, bahkan di ibukota.

Kesejahteraan buruh dan pekerja informal sekarang ini semakin terhimpit dari keadaan dan kondisi ekonomi yang kian sulit. Penetapan upah minimum untuk kalangan buruh yang tak kunjung selesai berpihak kepada buruh, ancaman hengkangnya investor keluar dari Indonesia, serta semakin tingginya biaya hidup.

Harus diakui tahun 2014 nanti bangsa ini akan menyelenggarakan pemilihan umum untuk legislatif dan eksekutif.  Sekitar belasan partai politik akan memperebutkan sekitar 500 an kursi parlemen daken akan ada dua orang sebagai presiden dan wakil presiden. Dari perebutan kekuasaan tersebut, akan terlibat puluhan ribu orang untuk bersaing di parlemen. Bayangkan kompetisi yang diikuti puluhan ribu orang ini akan memberikan efek politis yang sangat luar biasa bagi bangsa ini. Strategi, trik serta daya upaya yang halal dan haram akan bermain didalamnya seiring perebutan kursi tersebut. Semua partisan akan mengusung tema kesejahteraan didalamnya, benarkah itu akan terwujud ?

-pHg-