Amazon


Senin, 08 April 2013

Preman Sebaiknya Dibasmi

Aksi-aksi premanisme belakangan ini semakin sering terjadi yang mengakibatkan timbulnya keresahan di masyarakat. Premanisme dalam menjalankan aksinya berada di hampir semua tempat, dari pemukiman padat penduduk sampai ke lingkungan elit, dari mulai pelapakan kumuh sampai dengan lokasi komersial yang elit. Pelaku premanismepun semakin menjamur dari yang perseorangan, kelompok kecil sampai dengan kelompok teroganisir.

Gangguan yang diakibatkan oleh aksi preman ini umumnya membuat resah dan sengsara masyarakat umum. Dari mulai pemalakan halus sampai dengan uang setoran yang harus diserahkan korban kepada penguasa preman. 

Sebagai masyarakat awam yang besar dan tinggal di kota Jakarta, penampakan aksi premanisme sudah sangat terbiasa terlihat di sekililing kota. Dari lingkungan rumah, preman dan aksi premanismenya terlihat jelas dari sekedar menyapa sinis orang yang dianggap lemah sampai dengan pemalakan halus dan pemalalakan kasar. Lihat saja, hampir setiap warung apa saja disekitar lingkungan dipastikan akan mengeluarkan  uang sebagai jasa preman atau bisa disebut jasa keamanan. Bila tidak diberikan, hampir dipastikan warung tersebut akan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan atau terganggu aktivitasnya karena selalu diganggu keamanannya. 

Bila diperkampungan atau perumahan sedang dilakukan renovasi rumah, atau pembangunan rumah baru, kegiatan tersebut akan sangat menarik minat preman untuk mampir dan memperkenalkan aksi-aksinya. Dari mulai kutipan jasa keamanan, kutipan jasa turun barang, kutipan kendaraan yang melintas sampai dengan setoran tertentu agar tidak ada gangguan keamanan, seperti pencurian, pemalakan dan bahkan pengrusakan.

Aksi premanisme memang sudah sangat meresahkan dan cenderung malah menyengsarakan masyarakat. Bermodal keberanian untuk berkelahi dan penampilan sangar, preman bisa dipastikan menjadi suatu profesi tersendiri. Pengerahan masa preman bisa menjadi alat tawar yang praktis buat sebagian kalangan baik pengusaha maupun para politisi. Sengketa lahan, property sampai dengan perkara perdata antara pengusaha hampir dipastikan memilih preman untuk penyelesaian kasusnya. 

Disisi lain, pengerahan masa preman menjadi ladang bisnis tersendiri yang menggiurkan buat sekalangan orang tertentu. Balutan organisasi massa bisa menjadikan preman dan aksi premanismenya dilakukan tanpa malu-malu apalagi merasa bersalah. Sudah sering sekali aksi premanisme berbalut organisasi massa membuat ulah yang meresahkan masyarakat bahkan cenderung membahayakan masyarakat awam.

Saat ini, ekonomi Indonesia sedang mengalami masa sulit, terutama buat para buruh dan masyarakat kelas bawah. Biaya hidup yang semakin tinggi tampa dibarengi dengan pendapatan yang mengikuti, membuat masyarakat harus semakin ketat membelanjakan pendapatan hanya untuk dapat bertahan hidup. Sementara, rasa keamanan masyarakat untuk mengais rezeki harus dihadapkan kepada aksi premanisme di jalan. 

Premanisme dan preman memang semestinya dibasmi untuk ketenangan masyarakat. Hidup sudah susah, jangan lagi para preman diberi tempat dan ruang kebebasan dalam menjalankan aksi-aksinya yang menyengsarakan. Semoga ada aksi nyata dari pemerintah untuk memberantas penyakit masyarakat yang satu ini.


-pHg-
Posting Komentar