Amazon


Kamis, 08 Agustus 2013

Perkembangan Artifisial

Sudah hampir sepuluh tahun saya berkecimpung dalam dunia konstruksi khususnya bidang mekanikal elektrikal, selam itu pula saya selalu berkecimpung dalam pekerjaan tersebut. Mendisain dan membuat sesuatu yang bersifat elektrikal mekanikal menjadi kesibukan tersendiri yang tentunya saya sangat menyukainya. Selama itu pula terasa akan sangat menyenangkan apabila  dapat mendisain dan membangun sesuatu yang menurut sebagian orang adalah peralatan canggih dan advance.

Sampai suatu ketika saya terasa tersadar dan terperangah akan perkembangan yang terjadi akan dunia kerja yang selama ini aku jalani. Ternyata pertumbuhan property sangat pesat, saking pesatnya sehinggah hampir semua lahan kosong di Jakarta terisi oleh bangunan baru yang serbah mewah.

Betapa saat ini saya merasa sangat takjub akan perkembangan yang terjadi di Jakarta, sebuah kota Metropolitan yang memberikan suasana dan sensasi tersendiri sekaligus sebagai medan pertarungan yang luar biasa berat buat semua penduduknya. Kesenjangan sosial sangat terasa nyata di Jakarta, dari yang super kaya sampai dengan yang sangat menderita semua ada di situ. Magnet Jakarta seakan tak kan pernah hilang, saat Jakarta dalam keadaan normal dalam kesehariannya, Jutaan orang mengadu nasib hanya demi bertahan hidup.

Jakarta, merupakan salah satu tempat tinggal yang nyaman bagi para borjuis sekaligus juga bagi para koruptor, dari yang tingkat pemula dan masih belajar sampai dengan koruptor tingkat dewa. Wajah para koruptor seakan bersinar dan memberikan kewibaan tersendiri, di Jakarta, tempat koruptor berkeliaran  dan menjadi wadah hidup yang nyaman. Tak akan pernah dijumpai seorang koruptor yang menderita bila sudah di Jakarta.

Itulah, selama belasan tahun keseharian mencari nafkah dari kemampuan teknis, secara ekonomi tidak akan dapat cepat meraih mimpi bahkan harapan untuk hidup cukup atau layak. Serasa selama beberapa tahun menuntut ilmu demi dapat dipakai dan digunakan untuk dapat mencapai asa, terasa sirna jika berhadapan dengan Jakarta. Semua itu hanya karena ada satu keahlian lain yang tidak saya pelajari dan miliki, yakni kemampuan sebagai koruptor. Ternyata, keahlian korupsi pada saat ini sangatlah mensejahterahkan, dan menjanjikan. Bayangkan, hanya dalam hitungan tahun, seorang koruptor akan melenggang menjadi pejabat yang diinginkan sekaligus memperoleh kesejahteraan yang sangat ekslusif, bila dibandingkan profesi lainnya di Jakarta.

Pembangunan yang masif di Jakarta, membuka mata saya akan pertumbuhan korupsi dan pelakunya. Ilmu yang tak pernah ada dalam kurikulum apapun bahkan menjadi sangat penting untuk kesejahteraan bahkan kekuasaan.

Sebagai seorang pekerja keras, saya memang menikmati  pekerjaan saya. Namun secara perekonomian dan kesejahteraan, Koruptor memegang segala sesuatunya. Itulah Jakarta sekarang, dunia yang sedang transform menjadi Korup, menjadikan perkembangan dan pertumbuhan menjadi artifisial.

-pHg-


Posting Komentar