Halaman

Amazon


Kamis, 31 Juli 2014

Hari Kemenangan Untuk Kekuatan Hari Menjelang

Selamat Merayakan Hari Raya IEDUL FITRIH 1 Syawal 1345 H.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin, semoga kemenangan iman ini bisa menjadi kekuatan dalam menjalankan semua aktifitas keseharian di hari yang menjelang.

Hari ini, awal bulan Agustus 2014, merupakan bulan Syawal 1345 H,  adalah permulaan perayaan kemenangan iman dari sejumlah besar rakyat Indonesia. Selama 7 bulan di tahun 2014, sejak memasuki tahun yang baru, kesibukan dan perjuangan hidup telah dijalankan. Periode tahun yang dinamakan tahun politik oleh Presiden RI menjadi bermakna, karena selama periode tahun ini, bangsa Indonesia mengadakan agenda nasionalnya yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Pemilihan Legislatif telah diselenggarakan dan sudah memperoleh hasilnya. Rakyat Indonesia patut bersyukur, karena telah menyelesaikan Pesta Demokrasi tersebut tanpa kerusuhan yang mengikuti seperti yang ditakutkan sebelumnya. Ribuan calon anggota legislatif dari berbagai tingkatan dan daerah dan partai politik berkompetisi demi dapat terpilih dan dipercaya oleh rakyat sebagai wakil rakyat yang akan memperjuangkan nasib rakyat selama periode 5 tahun. Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu telah memberikan baktinya untuk tercapainya kegiatan ini dengan didukung oleh seluruh partai politik peserta pemilu dan anggotanya. Perselisihan yang tersisa selama proses tersebut, semuanya dapat diselesaikan dengan baik di Mahkama Konstitusi. Kecurangan dan karut marut pelaksanaan dianggap tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan pemilu sebelumnya, pada umumnya pemilu legislatif berjalan dengan baik.


Pemilu Presiden, disisi lain, juga telah diselenggarakan dengan baik, tanpa mengurangi ketidaksempurnaan yang terjadi. Proses kampanye yang panas dari kedua kubu yang berkompetisi terasa sangat kental, dimulai dari ajakan, kampanye hitam, permainan politik uang sampai keberpihakan dari pejabat negara dan juga lembaga survey. Dua kandidat calon presiden dan wakil presiden memulai kompetisi dengan mengetengahkan visi dan misinya masing-masing. Walau secara umum, visi dan misi hampir mirip hanya secara teknis, perjuangan yang dilakukan berbeda, dan dianggap bukan merupakan perbedaan yang substansial. Hanya saja, dalam cara menjalankan visi dan misi, masyarakat menilai ada perbedaan yang sangat mencolok dari keduanya. Disatu sisi mengedepankan kesan tegas dan feodalisme sementara disisi lain mengedepankan ketulusan dan kerja keras.


Pengumuman perhitungan suaran Pilpres telah dilakukan, hasilnya adalah Jokowi - Jusuf Kalla memenangi kompetisi dengan selisih suara 8 juta lebih. Hasil ini secara umum telah memberikan pengakuan defacto dan deyure bahwa pasangan Jokowi - Jusuf Kalla adalah sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014 - 2019, kami memberikan apresiasi untuk hal itu sekaligus memberikan selamat. Hanya saja,  kandidat yang satunya lagi, yaitu Prabowo - Hatta, memberikan perlawanan dengan mengangkat pilpres sebagai tidak valid dan tidak adil. Masalah ini kemudian memberikan pembenaran kepada keduanya untuk berpekara melalui Mahkama Konstitusi untuk memberikan penilaian konstitusinya. Selain mengangkat dan membawa ke MK, kandidat Prabowo - Hatta juga memberikan ancaman lain yang tak kalah garang yakni melalui jalur parlemen yakni dengan memboikot presiden dan wakil presiden terpilih melalui anggota parlemennya yang ada di DPR. Selain itu, Prabowo juga memberikan ancaman melalui pergerakan masa agar Pemilu Presiden dapat dilakukan ulang.

Selama memasuki tahun 2014, bangsa Indonesia sudah bersiap menghadapi segala persoalan yang menyangkut kesejahteraannya. Proses Pemilu yang sudah berlangsung telah dilaksanakan dan rakyat Indonesia telah memutuskan pilihannya. Hendaknya jangan lagi ada upaya untuk memberikan beban baru kepada rakyat untuk ikut menanggung penderitaan baru dengan adanya pecah belah dan keberpihakan yang memberikan motif kebencian dan pertikaian seperti yang dilakukan para elite politik saat ini. Kenegerawanan memang dibutuhkan personifikasi yang matang, jujur dan juga menjunjung keberpihakan kepada bangsa dan negara, hal yang sukar didapatkan oleh orang yang bahkan ketua umum dan elite partai. Perasaan akan haus kekuasaan merasuki jiwa dan raga para elit partai untuk mempermainkan emosi rakyatnya dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Bukannya memberikan pendidikan politik yang baik malahan memberikan dan menyebarluaskan rasa kebencian dan pertikaian.

Sebantar lagi suasana lebaran akan berakhir dan rakyat akan kembali beraktifitas sedia kala, sambil mencoba mengubah nasib dari tekanan hidup yang terasa semakin berat. Harga-harga sudah beranjak naik disemua sektor, sementara pembangunan berjalan lamban dan terkesan berhenti. Kesejahteraan menjadi bisa sangat jauh dari harapan apabila situasi yang dihadapi penuh dengan pertikaian dan kebencian. Masyarakat akan semakin dipersempit aksesnya menuju kesejahteraan hanya karena ada politisi yang tidak menerima kekalahan.

Momen Iedul Fitrih adalah momen terbaik bagi bangsa Indonesia untuk kembali bersatu dari kebencian dan pertikaian yang terbangun selama proses pemilihan umum. Keterpurukan bangsa ini harus dimulai dibangkitkan kembali bersama-sama dan kembali memberikan  yang terbaik agar segala komponen dapat menyumbangkan prestasi dan sumbangannya untuk kesejahteraan. Kehidupan yang semakin sulit memang tidak dapat dihindarkan saat ini, hanya dengan kebersamaan Indonesia dapat bangkit dan menjadi bangsa yang akan dikenal sebagai bangsa yang pantang menyerah demi kesejahteraan rakyat.

Semoga hari menjelang akan menjadi hari kemenangan untuk rakyat Indonesia.
Semoga kesejahteraan dapat diwujudkan melalui pemimpinnya yang amanah.

salam,
pHg

Links:
LifeNature,Gultom, Info



Posting Komentar