Amazon


Sabtu, 23 Agustus 2014

Selamat Bertugas Pemimpin Kami Yang Baru

Mahkama Konstitusi, 21 Agustus lalu telah memberikan keputusannya untuk menolak gugatan yang diajukan koalisi merah putih dalam pilpres sebelumnya. Hal ini berarti pasangan Capres dan Cawapres terpilih versi KPU secara SAH menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014-2019 yakni, Jokowi dan Jusuf Kalla.

Untuk hal tersebut, kami mengucapkan selamat kepada pemimpin kami yang baru, Jokowi dan Jusuf Kalla. Semoga Bangsa dan Rakyat Indonesia bisa lebih maju dan juga lebih sejahtera di masa mendatang dengan adanya pemimpin yang baru.

Realita yang ada sekarang adalah kesejahteraan menjadi barang yang mewah untuk sebagian besar rakyat Indonesia. Fasilitas dan akses menuju kesejahteraan rakyat saat ini terasa sangat jauh dan susah diraih oleh rakyat kecil, bahkan cenderung menjauh. Kemiskinan dan pengangguran menjadi hal yang sangat banyak terlihat di negeri ini. Kesenjangan sosial dan juga keterbatasan akan akses ekonomi dirasakan sekali oleh sebagian besar rakyat.

Pemilihan umum presiden yang baru lalu menyisakan  perbedaan pendapat dan cenderung memecah bela anak bangsa, belum lagi dengan ketidak puasan pasangan capres dan cawapres yang kalah memberikan warna tersendiri bagi perbedaan di kalangan akar rumput. Pesta demokrasi dan hasil pendidikan politik yang diselenggarakan dalam pilpres seakan menjadi ajang untuk memberikan potensi keributan antar kubu memaksa rakyat Indonesia semakin terjepit dalam suasana ketidakpastian. Ego untuk berkuasa dipertunjukkan dengan berbagai macam dalil kepedulian dan berbakti kepada negri yang pada jungnya hanyalah mengutamakan akan haus kekuasaan yang teramat sangat.

Masyarakat sudah terlanjur dicekoki berbagai macam issu yang mengarah kepada perpecahan di kalangan rakyat pada umumnya. Indonesia perlu pendidikan politik yang baik, dimana keinginan berbakti kepada negri dimaknai dengan iming-iming kekuasaan.

Hendaknya para kandidat capres dan cawapres tidak lagi mempersoalkan akan gugatan-gugatan terlebih lagi sampai memprovokasi agar ada masyarakat menjadi tercerai berai.

Tanggung jawab partai politik kepada rakyat Indonesia adalah bagaimana memberikan pelajaran demokrasi di Indoensia bukanya malah memprovokasi dan lain sebagainya.

Akhir kata, Semoga bangsa Indonesia bisa segera pulih dari issue ini dan kembali bersama-sama bergandengan membangun Indonesia yang  baru.

-pHg-  .
Posting Komentar