Halaman

Amazon


Senin, 30 April 2012

Perjuangan Hak Dan Kesejahteraan Buruh Yang Tak Pernah Selesai

Menyikapi hari buruh internasional yang tanggal 1 Mei diagendakan setiap tahun diseluruh dunia merupakan aksi solidaritas dari kaum buruh/pekerja dalam memperjuangkan hak nya demi kesejahteraan. Tidaklah berlebihan apabila dalam memperingati hari jadi maupun hari solidaritasnya hanya pada saat Hari Buruh lah bentuk aksi peringatan yang dilakukan melalui demo oleh para buruh/pekerja.

Sejarah terjadinya Hari Solidaritas Buruh yang penuh dengan perjuangan para buruh/pekerja di Amerika Serikat dalam menuntut hak dan kesejahteraannya puluhan tahun lalu telah menimbulkan aksi yang direspon oleh para buruh/pekerja di seluruh dunia, apalagi setelah Organisasi Buruh diberbagi negara telah mendeklarisakan tujuannya secara bersama. 

Di negara kita, hari buruh internasional juga diselenggarakan dengan menggunakan cara demo dari para buruh/pekerja setiap tahunnya. Tentunya hal ini memberikan penjelasan bahwa hak dan kesejahteraan buruh masih perlu dilakukan perjuangan yang tiada henti di negara ini. Keterpurukan ekonomi dan juga ketidak jelasan akan masa depan yang dihadapi oleh para buruh/pekerja merupakan cerminan carut marutnya kondisi perburuhan yang ada sekarang. Masalah sosial yang mengikutinya seakan tidak akan pernah habis dialami oleh para buruh, sementara dilain sisi, keberpihakan pemerintah terhadap para pengusahanya merupakan anomali yang kontradiktif. Pembayaran upah yang minim, serta ketidakjelasan hak lainnya menjadi hal yang sangat umum ditemui di negara ini.

Pada tahun ini, pemerintah memberikan kabar yang katanya dapat menjadi kado buat kaum buruh, yakni :
1. Peningkatan penghasilan tidak kena pajak dar 1,3 juta menjadi 2 juta per bulan.
2. Rencana pembangunan rumah sakit buruh
3. Wacana transportasi murah di dalam kawasan industri
4. Rencana rumah susun sewa (rusunawa) untuk buruh 

Pemerintah dalam mengumumkan hal tersebut menyebutkan hal inin adalah istimewah, dan terkesan merupakan kado dari pemerintah untuk buruh/pekerja. Namun, kalau dilihat dan diperhatikan lebih seksama, belum ada satupun yang merupakan hal yang sudah jadi. Tiga dari empat kado tersebut masih merupakan rencana, bahkan ada yang masih wacana, sedangkan untuk poin pembebasan pembayaran pajak untuk buruh yang berpenghasilan sampai dengan dua juta masih merupakan angan-angan. Jadi, kado yang diberiakan, belum satupun yang terealisasi. Sementara kalau dilihat secara mendalam isi dari kado pemerintah terhadap buruh masih merupakan hal-hal yang sifatnya normatif yang merupakan kewajiban pemerintah terhadap warganya negaranya yang terdiri dari buruh/pekerja dan bukan merupakan isu yang dituntut atau diharapkan oleh kaum buruh/pekerja tersebut.

Sebenarnya, tuntutan para buruh/pekerja di negara ini sangat sederhana, yakni bagaimana keberpihakan pemerintah dan perhatian pemerintah dalam menyikapi persoalan buruh/pekerja nya. Buruh yang menerima upah minim, jam kerja yang panjang, ketidakjelasan kontrak kerja, sampai dengan buruh/pekerja dibawah umur, perlindungan tenaga kerja indonesia di luar negri dan jaminan kesejahteraannya.

Semoga saja pada hari solidaritas buruh sedunia kali ini, dapat menjadi agenda pemerintah agar dapat secara lantang ikut memperjuangkan nasib para buruh/pekerjanya dan bukan menjadi penghalang bagi ketersediaan kesejahteraan yang sangat diidamkan oleh buruh/pekerja kita.

Salam hari solidaritas buruh sedunia.

-phg-

Minggu, 29 April 2012

Perusahaan Jasa Riskan Masalah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa, kita selalu menjalankan sesuatu dengan apa adanya, sesuai dengan karakter dan kebiasaan yang sudah tercipta sebelumnya. Kebiasaan yang sudah menjadi budaya bahkan karakter akan selalu melekat dalam diri seseorang tanpa disadari. Dalam keseharian dan perjalanannya, akan selalu menjadi rutinitas yang tiada henti, dan meniadakan perkembangan maupun kondisi sekeliling yang sudah mengalami gradasi penilaian bahkan perubahan yang signifikan. Ada sesuatu yang harus dilakukan apabila ingin suatu hal menjadi baru dan itu merupakan langkah yang progressif.

Sesuatu yang progressif akan sangat menakutkan, karena akan membuat perubahan. Perubahan yang terjadi akan sangat tidak terbayangkan, dan akan menjadi hal yang terlanjur tidak disukai. Pada era globalisasi ini, diperlukan perubahan itu, dan itu dapat menyangkut segala bidang.

Dalam dunia usaha, dimana kegiatan bisnis dari usaha tersebut bersifat statis, akan sangat dipastikan bakal mengalami degradasi nilai perusahaan tersebut. Keterkaitan satu bidang dengan bidang lainnya akan sangat kentara secara kinerja. Bidang usaha yang paling riskan dalam mempengaruhi nilai perusahaan adalah bidang usaha jasa. Jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan adalah berasal dari sumber daya yang ada. Sekaligus sumber daya penyedia jasa merupakan titik paling vocal dan rawan dalam mempengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Kemampuan manajerial untuk selalu berhubungan baik dengan customernya serta memperoleh potensial customer akan sangat mengandalkan pelaku jasa tersebut,dalam hal ini adalah sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Bagaimana membuat keseimbangan antara sumber daya pelaku penyedia jasa dan manajemen dapat dibuat selaras dengan kondisi yang diarahkan oleh manajemen agar dapat mengangkat niali perusahaan secara konsisten merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi oleh perusahaan secara bersama.

Ada beberapa ciri dari perusahaan yang berorientasi jasa yang harus dipertimbangkan, yakni :
a. kemampuan sumber daya manusia yang handal dalam pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari. Artinya, perusahaan membutuhkan sumber daya yang menguasai bidangnya dalam menyalurkan jasa kepada para customernya untuk dapat dipercaya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang tersebut. Ketidak seimbangan akan terjadi, apabila sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan ternyata tidak memenuhi kualifikasi ketrampilan untuk menyalurkan jasa tersebut kepada para customernya.
b. kesadaran dan kekuatan yang dilakukan secara bersama antara manajemen beserta sumber daya pelaku penyedia jasa.Hal ini merupakan suatu kekuatan yang sinergi antara pelaku penyedia jasa yang bersentuhan dengan penyaluran jasa ketrampilannya dengan manajemen yang bersentuhan dengan customernya melalui hotline ataupun komunikasi virtual lainnya. Inkonsistensi bisa terjadi apabila salah satu pelaku penyedia jasa memberikan informasi yang buruk mengenai perusahaan terhadap customernya, hal ini akan sangat berdampak sangat tidak menguntungkan buat perusahaan secara keseluruhan.
c. perusahaan memiliki pesaing yang terus menerus memberikan kelemahan kepada perusahaan melalu sumber daya yang ada, baik itu pelaku lapangan maupun manajemen. Kerentanan perusahaan dalam menajalankan usahanya sebagian besar dipengaruhi oleh prilaku sumber daya manusianya. Apabila sumber daya menusianya memberikan perilaku yang tidak menguntungkan kepada customer dan juga para pesaingnya, dapat dipastikan, perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama dalam pengelolaan usahanya. Perusahaan hanya akan terjaga dari segala permasalahan yang timbul akibat dari dirinya sendiri, yakni bagaimana memberikan jasa yang baik dan benar kepada customernya tanpa memberikan informasi lain yang tidak menguntungkan perusahaan. Curahan hati para pekerja dalam perusahaan jasa akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan jasa, apalagi curahan hati tersebut disampaikan kepada customer maupun para pesaingnya.
d, kesadaran yang penuh dari seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan tersebut adalah bahwa perusahaan sangat tergantung dari kekompakan seluruh sumber dayanya. Apabila ini tidak terjadi, maka dipastikan penyaluran jasa akan sangat tidak menguntungkan dalam masalah ini.

Bidang usaha jasa merupakan bidang yang sangat riskan dan akan selalu menjadi dinamis, karena sebagian besar pergumulannya adalah sumber daya manusia.


-phg-





Kamis, 19 April 2012

Geng Motor

Geng motor saat ini begitu mencuat dan membuat berita head line diberbagai kota di Indonesia. Mencuat karena, geng motor telah membuat sejarah baru, yakni dengan begitu banyaknya anggota dalam satu kelompok, beriringan ditengah malam dengan menebar horor. Mendengarnya terasa mengerikan, dalam semalam saja gerakan geng motor ini telah mampu memporak-porandakan keamanan Jakarta.

Sungguh peristiwa tragis yang kita lihat dari berita media, ternyata terdapat korban manusia dalam keganasan yang dilakukan oleh geng motor ini. Aksi balas dendam merupakan motif utama dari ratusan orang penunggang geng motor penebar maut tersebut.

Sangat menarik, bila kita lihat perilaku para pemuda/remaja bangsa ini. Selain tawuran pelajar, tawuran mahasiswa, tawuran massa pendukung kesebelasan, tawuran penduduk yang bertetangga sebelahan, sampai tawuran antar komunitas, kali ini akan muncul tawuran antar geng motor. Mungkin peristiwanya akan sama seperti film Mad Max, tawuran di atas sepeda motor. Bisa akan sangat menegangkan, kalau ini terjadi.

Perilaku agressif yang timbul saat ini memperlihatkan betapa rentannya bangsa ini dengan segala bentuk provokatif dan motifnya. Aksi balas dendam mungkin saat ini merupakan alasan yang sangat banyak digunakan untuk timbulnya anarkisme, selain alasan lain yang terkadang sifatnya sangatlah sepele.

Bangsa ini sedang dalam keadaan sakit secara mental dan psikis, banyak sekali peristiwa anarkis melibatkan generasi mudanya. Bagaimana ini akan berlanjut sampai ke depan, dimana tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini sangatlah kompleks dan kronis pada masalah-masalah sosial, ekonomi dan lainnya. Sungguh suatu pencapaian yang tidak menyenangkan yang dihadapi oleh suatu bangsa yang bermartabat.

-pg-