Halaman

Amazon


Minggu, 25 September 2016

Jakarta Mulai Hujan Lagi

Waah,, sudah lama sekali rasanya tidak menulis dan updating blog ini melalui tulisan. Saat ini di Jakarta sudah mulai sering turun hujan, baik yang lebat dan berangin, maupun yang sekedar rintik dan sebentar. Beberapa kejadian setelah hujan usai, biasanya Jakarta akan dikepung oleh banjir yang menyusahkan semua orang, kali ini, berita banjir seakan jarang terdengar berada di sekitar Jakarta. Dan sepertinya, air yang hujan yang menyebabkan banjir telah berpindah tempat dari Jakarta ke daerah sekelilingnya. Suatu pemandangan yang tidak biasa, melihat hujan yang besar dan deras tanpa menyebabkan banjir diseluruh Jakarta, aneh.

Keanehan ini adalah wujud kerja keras, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta jajarannya yang mengupayakan menghilangkan banjir di Jakarta. Pemandangan aneh ini mulai terasa saat kita mendengar di beberapa wilayah di Indonesia diterjang banjir bandang serta banjir lainnya yang menyebabkan korban dan itu biasanya ada di Jakarta selama bertahun-tahun sebelumnya.

Masalah Jakarta, sangat banyak dan kompleks sekali, dari mulai sosial sampai ekonomi, dari mulai macet sampai banjir dan kebakaran. Segudang problema di Jakarta, rasanya sulit untuk diatasi dalam hitungan tahun. Sebut saja, masalah banjir, dalam hal mengatasinya diperlukan program yang komprehensif, dari mulai membersihkan saluran air, mengeruk kali, membersihkan penghalang jalur air sampai harus membangun rumah susun agar dapat merelokasi masyarakat yang terlanjur bermukim disekitar aliran air yang menyebabkan banjir. Belum lagi demo dalam hal mengatasi banjir. Memang, secara logika dan itu sudah terbukti bahwa mengatasi hanya untuk banjir saja diperlukan "effort" yang besar dan berkesinambungan, agar dapat dicapai tujuannya yaitu mengatasi banjir. Banyak sekali persoalan yang harus dihadapi dalam hal ini, belum lagi bila berbenturan dengan keharusan untuk merelokasi masyarakat yang tinggal disekitar alur air.

Permasalaha tersebut hanya salah satu contoh dari buah kerja pemimpin yang berani mengambil tindakan dengan cepat dan tegas, terlebih Jakarta diisi oleh beragam kepentingan yang sarat dengan tekanan-tekanan. Sebentar lagi pilkada serentak, DKI termasuk yang ikut serta. Semoga, semua kandidat dapat  mengedepankan program yang berkualitas untuk DKI, dan bukan dengan melemparkan isu SARA, yang bukan hanya tidak ada artinya melainkan juga dapat memecah bela persatuan.

DKI masih butuh pemimpin yang cerdas, tegas dan jujur dalam hal mengelola dan membawa kota Jakarta ke arah yang lebih dari sekedar kota metropolitan yang bersih, indah dan juga pernuh persaingan. Harapan agar mendapat pemimpin yang baik akan selalu menjadi dambaan, kriterianya adalah bagaimana membangun Jakarta dan bukan untuk mendapat keuntungan dari Jakarta. Silahkan berlomba menjadi pemimpin sekaligus pelayan bagi warga Jakarta, agar Jakarta selalu menjadi Ibukota yang panutan.

Salam damai.
phg

sponsor by: "Safetying Your Electrical"


Sabtu, 23 Januari 2016

Hidup Baru di Tahun 2016

Tahun 2015 telah dilalui dengan penuh suka dan duka serta dipenuhi tantangannya tersendiri. Kesuksesan maupun kegagalan di tahun 2015 memberikan hikmah tersendiri yang harus disyukuri karena kita masih bisa menghadapi tantangan lain di tahun 2016 ini.
Pencapaian yang sudah didapat ditahun lalu menjadi bekal yang sangat penting untuk dijadikan pegangan menjalani aktivitas di tahun 2016 ini. Sedangkan kegagalan yang dihadapi di tahun sebelumnya dapat dijadikan pengalaman berharga yang dapat dijadikan referensi untuk mensiasati perjalanan di tahun 2016.

Sebagai praktisi dan pekerja, tahun 2015 merupakan tahun yang penuh dengan kerja keras dan perjuangan, dimana aktivitas ekonomi yang menurun dan harus dilalui dengan tertatih-tatih. Prilaku pengusaha yang semakin hedon dan tidak lagi memiliki rasa empati, kehausannya akan kapital dan keuntungan dengan memperlakukan pekerjanya dengan semena-mena sudah menjadi pemandangan umum setiap hari di tahun 2015 yang lalu, demikian juga yang terjadi dengan penulis dalam hal ini.

Upah murah, panjangnya jam kerja yang harus dilakukan dan kondisi perekonomian yang serba mahal, oleh para pekerja tidak memungkinkan untuk dapat mengadaptasi sengala permasalahan tersebut dengan baik. Tidak sedikit frustasi yang dihadapi para pekerja dalam menyiasati hari demi hari menjadikan role model tersendiri dari akibat ketidakberdayaannya menghadapi para pengusaha kapitalis yang haus akan keuntungan semata. Nilai-nilai hubungan antar pengusaha dan pekerja sama sekali tidak berjalan sebagai partner yang saling membutuhkan, ancaman pemutusan hubungan kerja menjadi trend yang umum untuk melegalkan tindakan pengusaha untuk karyawannya.

Segala permasalahan ditahun 2015 yang sangat menguntungkan para pengusaha ini terjadi karena keberpihakan para pemangku jabatan pemerintah yang senantiasa memberikan perlindungan yang berlebih terhadap para pengusaha. Dimasa sulit tahun 2015, terjadi paradoks dimana indeks pengangguran bertambah dan dilain sisi kemunculan para milyuner bahkan taipan baru terjadi di tahun 2015. Betapa menyedihkan, puluhan juta pekerja baik disektor formal maupun non formal tergeletak, terabaikan dan kalah oleh sistim sementara kenaikan jumlah orang yang kaya juga mengalami kenaikan signifikan. 

Tahun 2016 ini sudah dimulai dengan agenda untuk memstimulasi perekonomian oleh pemerintah pusat, namun tetap saja sasaran dari hal ini bukanlah untuk golongan pekerja melainkan semuanya untuk para pengusahanya.

Metamorfosis perlindungan dan arah kesejahteraan yang dimaknai saat ini adalah bagaimana menghasilkan pengusaha yang semakin kapitalis dan haus bin rakus akan keuntungan mereka. Sebagai golongan pekerja, hal ini akan memperparah dan memberikan "bukit terjal" yang harus dilalui demi untuk sekedar bertahan. Hidup baru di tahun 2016 ini, sepertinya harus dimaknai dengan memiliki kehidupan cadangan agar tidak putus saat "mendaki"  jalur perjuangannya di tahun 2016 ini.

-phg-