Amazon


Rabu, 27 Maret 2013

Mencari Figur Pemimpin Yang Mensejahterakan Rakyat

Bangsa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi tahun depan, proses kearah tersebut sudah dimulai dengan tampilnya belasan partai politik sebagai peserta pemilu tahun depan. Belasan partai tersebut lolos setelah melewati tahapan verifikasi yang dianggap ketat selama sepanjang pemilu. Dua partai peserta pemilu bahkan lolos setelah melalui perjuangan hukum, selebihnya dianggap tidak memenuhi syarat terpaksa harus bergabung dengan partai yang dianggap lolos agar dapat mengikuti pesta demokrasi.

Pesta merupakan suatu perayaan yang bersifat menyenangkan dan cenderung menghabiskan banyak biaya demi sebuah pesta. Mengadakan pesta merupakan penghamburan biaya yang biasanya dilakukan oleh orang atau perusahaan yang dianggap sudah mapan secara ekonomi. Untuk pesta demokrasi, kontrakdiksi terjadi karena pada dasarnya masyarakat Indonesia saat ini dalam keadaan yang bisa dianggap jauh dari mapan. Demokrasi memang membutuhkan biaya bahkan cenderung besar. 

Dalam pesta demokrasi tersebut, akan dipilih pemimpin untuk legislatif maupun untuk eksekutif. Akan ada pemimpin baru yang akan memimpin bangsa besar ini untuk lima tahun kemudian. Harapan akan sangat besar dialamatkan kepada para calon pemimpin legislatif maupun eksekutif ini, inti dari harapan tersebut adalah bagaimana semua pemimpin tersebut bersinergi untuk dapat mensejahterakan rakyatnya. Mensejahterakan bukan hanya sekelompok orang, bukan hanya segelintir orang saja yang mendukung para calon pemimpin tersebut, akan tetapi semua rakyat Indonesia. 

Mencari figur pemimpin buat bangsa ini sangatlah unik dan seakan seperti mencari suatu yang sulit sekali dicari, karena tugasnya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Beberapa pemimpin sebelumnya sangat kesulitan untuk memikul tanggung jawab seperti ini. Sejarah mencatat dalam rangka mensejahterakan rakyatnya, pemimpin seringkali harus mengambil keputusan yang malah membuat rakyatnya semakin terpuruk dan cenderung terlibat hutang. Bukan hanya itu, ternyata mensejahterakan rakyatnya dimulai dari golongannya sendiri, yang secara masif cenderung positif menyengsarakan rakyatnya. Beberapa kejadian menunjukkan hal tersebut, korupsi adalah jalan paling umum untuk memperkaya golongan sendiri.

Akan banyak sekali uang negara dihamburkan untuk mengadakan pesta demokrasi nanti, dan akan banyak sekali yang terlibat dengan segala persoalannya untuk bisa turut serta dalam pesta tersebut. Hasil yang didapat dari pesta tersebut adalah pemimpin yang akan membawa Indonesia kemanapun sesuai dengan arahan pemimpin tersebut. Hutang baru akan dibuat, peraturan baru akan dibuat, proyek baru akan disiapkan semuanya dengan tujuanmensejahterakan. Lalu dalam prosesnya akan ada penyalahgunaan, akan ada penyimpangan dan akan ada yang sejahtera karena hal tersebut dan itu pastinya bukan rakyat.

Rakyat Indonesia selalu dibawa kedalam pergulatan mengenai figur pemimpin dalam setiap pesta demokrasi daripada pemikiran tentang bagaimana kesejahteraan itu dapat terjadi. Berbagai survey mengenai figur pemimpin yang bernilai milyaran dibuat hanya untuk membuat opini kepada masyarakat Indonesia akan figur pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Tak satupun survey yang menunjukkan  sepak terjang pemimpin atau partai tertentu yang dalam perjuangannya mensejahterakan rakyatnya. Karena pemimpin sekarang adalah pengenjantawahan dari sepak terjang partai polotik yang haus akan kekuasaan dan cenderung  serakah. 

Bisakah bangsa Indonesia mencari figur pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan atau paling tidak berjuang untuk rakyatnya? Masyarakat harus berjuang melepaskan opini kepada para figur pemimpin, dan mulai memikirkan akan strategi untuk membuat kemajuan dalam kesejahteraan siapapun itu pemimpinnya. Dalam demokrasi, strategi tersebut hanya ada dalam partai politik yang berbentuk platform politik. Sangat menyedihkan, segala sesuatu yang bersifat strategi untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat hanya ada dalam partai politik. 

Semoga bangsa Indonesia bisa mendapat figur pemimpin yang dapat terlepas dari ikatan partai politik dan selalu sadar bahwa negaranya lebih membutuhkan daripada partainya. Semoga.......


-pHg-
Posting Komentar