Amazon


Sabtu, 18 Februari 2012

Pendidikan Dan Bisnis

Pendidikan, suatu kata yang sarat dengan makna yang bernuansa keilmuan,wawasan,kearifan,pengetahuan kedewasaan dan lainnya yang berhubungan dengan sesuatu yang baru dan dapat dipelajari atau diajarkan, sedangkan Bisnis memiliki makna yang sarat dengan ekonomi, keuntungan,prilaku pasar,kemapanan, atau hal lain yang berhubungan dengan pemamfaatan sesuatu secara ekonomi.

Sungguh dua kata yang memiliki ciri dan karakter yang berbeda dan cenderung tolak menolak. Pendidikan disatu sisi bisa dianggap sesuatu kata yang memiliki sifat sosial yang kental dilain pihak bisnis berkonotasi memperalat sifat sosial sebagai bahan dasar analisanya.

Sejarah mencatat, bahwa republik ini memiliki persoalan pendidikan yang panjang. Ketidak mampuan pengelola negara dalam menjalankan amanat konstitusinya untuk memberikan pendidikan yang layak, terjangkau dan merata ke semua warga negaranya menjadi momok yang paling kental. Sedangkan hal lain yang berhubungan dengan bisnis merupakan suatu problema tersendiri, dimana akses untuk pengelolaannya masih dinikmati oleh sebagian saja masyarakatnya.

Berangkat dari ketidak mampuan pengelola negara dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi masyarakatnya, kini pendidikan mendekati aksioma bisnis dalam pengelolaannya dalam menghidupi keberadaanya. Bisnis kali ini memiliki potensi tersendiri untuk masuk kedalam bidang pendidikan, disisi lain pendidikan kini sudah mulai menumbuh kembangkan keberadaannya dengan mengadopsi prilaku bisnis.

Pencampuran dua kata yang memiliki karakter bertolak belakang ini, menimbulkan suatu aksioma tersendiri dalam masyarakat. Pendidikan yang sejatinya menjauhkan hal-hal yang bersifat bisnis kini berteman sangat dekat dalam pengelolaannya. Nilai pendidikan menjadi sangat tergantung kepada nilai lain yang berhubungan dengan bisnis. Bahkan, cenderung muncul tampilan tersendiri dari pencampuran tersebut, yakni pendidikan itu mahal.

Lalu, hal apa saja sebenarnya yang menjadikan pembenaran bahwa pendidikan itu mahal.
Refleksi ini akan terasa saat mendekati tahun ajaran baru.
Selamat menikmati pendidikan dan bisnis.

-pHg-

Jumat, 17 Februari 2012

Pencitraan Politik

Menjadi seorang yang terkenal di masyarakat apalagi menjadi suatu ikon penting dan sensitif dalam masyakat sepertinya tidak mudah bagi seseorang untuk mendapatkannya. Diperlukan pencitraan yang benar-benar terukur dan terstruktur untuk membuat seseorang bisa menjadi ikon tertentu. Program pencitraan tidaklah murah, cenderung mahal dan sulit dilakukan oleh orang awam. Dibutuhkan dana, team pendukung, serta pencitraan yang melibatkan media yang bisa mengekspose secara masif untuk ini.

Seorang politisi bisa menjadi sangat terkenal, bahkan cenderung menjadi ikon isu sensitif bagi partainya, pastilah merupakan aset yang sangat berharga bagi partai politik tersebut. Aset tersebut bisa sangat berpengaruh pada kehidupan partai politik tersebut, bisa dibilang cenderung menyatu dengan naik turunnya pamor partai tersebut.

Politik pencitraan, beberapa tahun belakangan ini menjadi sangat dikenal di masyarakat. Mengikuti metoda teknik pemasaran dari perusahaan-perusahaan besar dalam memperkenal produk andalannya, pencitraan politik juga hampir lebih memiliki pola yang sama. Dalam mengangkat isu sensitif, tidak segan-segan partai politik memajukan elitnya untuk dapat menjadi ikon tertentu yang tentunya diharapkan dapat menarik minat dan simpatik rakyat kepada partai tersebut.

Menurut perhitungan dan analisa partai yang membuat pencitraan, tidak terdapat kecacatan maupun analisa lain yang dimasukkan dalam perhitungan, kecuali analisa politik. Hal ini merupakan suatu analisa yang mengutamakan sasaran jangka pendek dibandingkan dengan sasaran jangka panjang. Ketika disadari, banyak sekali elit politiknya tidak sesuai dengan jargon atau pencitraan tertentu, aksi tutup mata bahkan prilaku defensif yang berskala kuat di praktekan. Prilaku defensif inilah yang justru akan menimbulkan suatu arus balik dari pencitraan yang dijalankan selama ini. Bila tidak lekas diperbaiki, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah, program pencitraan tersebut akan menjadi tidak berguna sama sekali dan cenderung kontra produktif.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, bahwa teknik pencitraan politik ini mengadopsi prilaku manajemen marketing, maka harus dilihat dan disadari adanya life cicle produk pencitraan tersebut. Saat life cicle menunjukkan penomena menurun dan cenderung negatif, maka harus dilakukan teknik rebranding terhadap produk tersebut.

Bagi masyarakat, yang utama adalah bukan karena pencitraan tersebut yang dapat mengambil simpatik hati rakyat. Bagaimana kejujuran suatu partai politik untuk dapat membangun bangsa dan negara ini tanpa adanya obsesi, kepentingan maupun maksud-maksud tersembunyi lain yang dapat merugikan negara ini dan mencerai kepercayaan rakyat. Kecintaan pada rakyat secara total yang didamba dari para elit politik ini, agar dapat membuat rakyat merasa diperhatikan, dan dapat mencintai para elit politik pilihannya.

-pHg-

Kamis, 16 Februari 2012

Pencapaian dan Cita-cita

Pencapaian seseorang dalam mengarungi kehidupan dan masa depannya tak terlepas dari cita-cita nya yang selama ini dikejar. Pencapaian yang sempurna dan dianggap berhasil kemungkinan besar adalah karena pencapaian tersebut sesuai dengan cita-cita yang didambakannya. Demikian sebaliknya pencapaian akan dianggap kurang berhasil apabila tidak sesuai dengan cita-cita yang diharapkannya. Adegium tersebut mungkin benar dan mungkin saja tidak. Pencapaian seseorang memang tidak selamanya berjalan lurus sesuai dengan cita-citanya selama ini.

Ketidakberhasilan seseorang dalam menggapai cita-citanya tidak bisa juga dibilang suatu kegagalan. Pencapaian dan cita-cita memang akan terasa sangat banyak apabila kita mau jujur menginvetarisnya dalam bentuk list. Seseorang yang telah berhasil dalam suatu bidang, entah sebagai pegawai, karyawan, pengusaha, olahragawan, ilmuwan, seniman dan lainnya kadang tidak berkolerasi positif dengan ap yang dicita-citakan selama ini. Pencapaian bisa dibilang suatu proses kehidupan dimana langkah demi langkah dinikmati dengan penuh ucapan syukur atas pencapaiannya selama ini, sedangkan cita-cita adalah penggambaran keinginan seseorang yang terpendam dan menjadi obsesi yang mendalam untuk suatu saat dapat menikmati pencapaian tersebut sesuai cita-cita.

Sebagai seorang pegawai, pencapaian yang didapat tidaklah bebas di ekspresikan sesuai dengan kehendak cita-cita. Liku-liku dalam meraih suatu pencapaian tidaklah mudah, bahkan terkesan berjalan sangat perlahan, bila tidak dikatakan mundur. Suatu pencapaian tidak selamanya membuat seseorang merasa sudah mendapatkan hal yang diinginkannya. Kadang pencapaian tersebut sangatlah berlawanan dengan kehendak, isi hati maupun cita-cita seseorang.

-pHg-

Senin, 13 Februari 2012

Prahara Di Jalan Raya

Baru-baru ini kita mendengar banyak peristiwa kecelakaan di jalan raya yang menyebabkan luka-luka maupun kematian. Rasanya miris sekali melihat kejadian tersebut, mengingat jalan raya merupakan hal yang sangat umum buat aktifitas sehari-hari. Untuk berangkat menuju kantor, sekolah, pasar maupun aktifitas lainnya, kita selalu menggunakan jalan raya.

Di kota besar, fasilitas jalan hampir merata disemua lingkungan, begitu juga di pedesaan, jalan raya merupakan hal yang bisa dilihat dan dinikmati masyarakatnya. Infrastruktur berupa jalan raya memiliki peran penting dalam roda perekonomian. Berkembang tidaknya suatu daerah dapat ditandai dengan adanya akses jalan menuju ke daerah tersebut.

Prahara yang terjadi di jalan raya biasanya melibatkan pengendara kendaraan dan kepatuhan dalam mengendara. Selain itu kualitas kelayakan jalan suatu kendaraan juga merupakan faktor pendukung keselamatan dalam berkendara. Hal tersebut di atas, banyak sekali diabaikan oleh para pengendara kendaraan, seperti berprilaku kebut-kebutan, saling serobot, rem kendaraan yang tidak bagus serta kondisi buruk lainnya yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun prahara di jalan raya.

Di kota besar, khususnya Jakarta, kondisi di atas banyak sekali dijumpai. Tidak saja pengendara roda empat, bahkan pengendara roda dua pun memperlihatkan prilaku tidak layak bila berada di jalan raya. Dari mulai berjalan di trotoar sampai menerobos lampu merah atau persilangan kereta api, banyak sekali terjadi di Jakarta. Kendaraan umum merupakan momok yang menakutkan, apabila sudah berada di jalan raya. Seakan seperti menjelma menjadi sang maut, pengendara kendaraan umum di Jakarta sangatlah berbahaya bila berada di jalan raya. Bus besar, metromini, truk, angkot sampai ojeg merupakan urut-urutan kendaraan umum yang paling berbahaya di jalan raya.

Cara berkendara yang ugal-ugalan kerap diperlihatkan oleh para pengendara angkutan umum, yang sangat merugikan pengendara lain bahkan cenderung membahayakan. Sepertinya, setiap hari ada saja kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum sebagai penyebabnya.

Hanya saja, saat ini, pengendara kendaraan pribadipun sudah mulai terjangkit prilaku buruk berkendara. Kondisi yang tidak fit, masih terpengaruh alkohol atau obat-obatan, sampai dengan kebut-kebutan ala sirkuit juga dilakukan. Beberapa kali sudah, kolam pancuran di tengah jalan Sudirman, Jakarta, menjadi tempat mendaratnya kendaraan pribadi yang ugal-ugalan. Sampai dengan peristiwa mengerikan dimana, kendaraan minibus pribadi menyeruduk naik ke trotoar yang ramai dengan pejalan kaki. Sungguh mengenaskan, prahara di jalan raya.

-pHg-