Amazon


Sabtu, 22 Desember 2012

Resolusi 2013 Dan Kiamat

Tahun 2012 sebentar lagi akan berakhir, tinggal hitungan hari. Tahun yang penuh semangat dan dinamika pada setiap orang dan mungkin seluruh penghuni bumi ini. Bagaimana tidak, dalam memasuki era tahun baru, biasanya akan ada resolusi, rencana dan harapan yang disampaikan maupun yang akan dijalankan bagi semua orang. Dalam memasuki era tahun 2012, sebagian besar tidak akan menyangka bahwa di penghujung tahun 2012 akan terjadi kiamat.

Suatu hal yang tak mungkin menjadi bagian dari resolusi tahun lalu adalah adanya kiamat. Jelas, bila semua resolusi tersebut berjalan sesuai rencana, maka di penghujung tahun akan menjadi titik balik bagi seluruh resolusi yang telah dilakukan, karena akan adanya kiamat. Ooops.. ternyata adanya kiamat ini tidak menjadi kenyataan.

Jadi di penghujung tahun 2012 ini akan ada resolusi untuk semua orang dengan tambahan harapan bahwa di tahun 2013 TIDAK AKAN KIAMAT. Pengharapan dan asa kembali digantungkan setinggi tingginya agar menjadi motivasi yang menyegarkan buat pelaku resolusi. Dari resolusi sekedar memiliki harta (gadget baru, sampai memimpikan mobil, rumah dan gedung), keluarga (pacar, keluarga, anak, istri, sampai keinginan poligami/poliandri) sampai dengan resolusi mengenai kejiwaan yang tenang, pendidikan dan lain sebagainya.

Bagi kita yang memiliki harapan, resolusi menjadi bagian yang wajar untuk menyemangati dan memberikan pencerahan buat melanjutkan keseharian di tahun yang akan menjelang. Semoga resolusi yang kita lakukan akan menjadi motivasi buat kelanjutan kehidupan kita tentunya dengan tidak adanya lagi isu kiamat baik yang akan terjadi maupun yang tertunda.

Selamat beresolusi untuk tahun 2013.





Kamis, 25 Oktober 2012

Tips Untuk Memulai Usaha Sampingan

Berikut adalah beberapa hal yang Anda mungkin ingin mempertimbangkan sebelum Anda memulai usaha sampingan :

1. Anda perlu bertanya pada diri sendiri apakah peluang bisnis yang akan anda lakukan menjurus kepada konflik kepentingan dengan kepentingan pekerjaan Anda saat ini. Jika peluang usaha tersebut berada pada sektor usaha  yang sama dengan usaha kantor anda, kemungkinan besar akan ada konflik kepentingan. Diskusikan usaha yang anda rencanakan dengan atasan Anda secara jujur. Dan coba periksa apakah Anda memiliki klausul pembatasan perdagangan kontrak kerja Anda.

2. Pastikan bahwa usaha sampingan bisa dilakukan dalam secara paruh waktu atau bahwa hal itu dapat dijalankan manajerial. Atau apakah usaha sampingan tersebut akan sangat menyita perhatian anda, bila itu terjadi, maka kemungkina usaha sampingan tersebut akan berjalan denngan baik sangatlah kecil kemungkinannya.

3. Adalah suatu hal yang penting untuk dapat mengatur waktu Anda. Waktu kebersamaan bersama keluarga, atau tidak dapat memiliki waktu tidur yang cukup dapat menciptakan masalah. Jangan terlalu memaksakan diri. Banyak para pebisnis paruh waktu sangat meremehkan komitmen yang dibutuhkan untuk sukses.

4. Berkembang secara perlahan. Melakukan usaha sampingan hanya setelah Anda dapat mengontrol pekerjaan pertama anda secara penuh bila tidak maka usaha sampingan tidak akan berjalan.

5.Mempunyai tujuan akhir yang jelas dalam pikiran. Apakah usaha sampingan ini hanyalah sebuah sarana untuk penghasilan tambahan, atau akan menjadi pekerjaan penuh-waktu? Jika Anda berencana untuk berhenti dari pekerjaan anda sekarang, tetapkan garis waktu untuk transisi dari paruh waktu ke waktu penuh usaha anda sendiri.

6. Jangan menunggu waktu yang tepat. Waktu yang tepat tidak pernah datang. Itu selalu di suatu tempat di masa depan. Kenyataannya adalah bahwa untuk sebuah keberhasilan memulai usaha sampingan dengan melakukannya sekarang juga. Jangan menunggu sampai cukup banyak uang untuk memulainya, atau saat anak-anak Anda untuk tumbuh lebih dewasa. Menunggu waktu yang tepat adalah suatu bentuk penundaan keberhasilan.

7. Buat rencana. Jika Anda memiliki peta, anda tidak akan sampai ke tujuan Anda, dan hal yang sama berlaku untuk memulai bisnis paruh waktu. Pastikan Anda memiliki rencana bisnis, bahkan jika itu dalam format sederhana yang hanya Anda mengerti. Berapa jam dalam seminggu Anda ingin bekerja? Apa tujuan Anda dalam enam bulan, satu tahun dan lima tahun kedepan? Hal ini penting untuk menulis rincian jelas untuk memberikan arahan.

8. Jadilah siap untuk bekerja. Adalah baik untuk menjadi ambisius, tapi jangan berharap untuk mendapatkan apa saja tanpa kerja keras. Sebagian besar waktu, menjadi sukses secara langsung berkaitan dengan jumlah waktu dan energi yang Anda laksanakan ke dalam proyek.

9. Jangan lupa untuk memasarkan bisnis Anda. Tidak peduli seberapa kecil bisnis atau layanan, atau seberapa baik atau berguna itu, Anda masih perlu untuk memasarkannya kepada orang lain. Buat kartu nama dan brosur, gunakan dari mulut ke mulut dan internet untuk memberitahu orang lain tentang bisnis Anda.

-pHg-

Rabu, 24 Oktober 2012

Kerja Keras Dapat Menghindari Stress

Dalam situasi sekarang yang sangat tidak menentu baik iklim cuacanya sampai dengan iklim hukum, sosial, politik dan ekonomi, kerja keras merupakan hal yang dibutuhkan. Kerja keras disini merujuk kepada prilaku yang mengarah kepada hal yang positif yang harus dilakukan disaat ini. Hampir setiap situasi saat ini selalu dihadapkan kepada dilema yang berkepanjangan baik pada situasi kehidupan maupun faktor eksternal.


Jumat, 06 Juli 2012

Adat Istiadat Bagian Dari Jati Diri

Tradisi dan adat istiadat merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia, utamanya yang berasal dari tanah batak. Semakin banyak kegiatan adat yang dilaksanakan atau diikuti oleh seseorang menunjukkan suatu kesetiaan orang tersebut terhadap adat istiadat tanah leluhurnya.

Pertumbuhan sosial pada dewasa ini banyak sekali membuat masyarakat kita semakin tergerus untuk mengikuti kegiatan adat dari tanah leluhurnya. Kehidupan yang bersifat normatif tidak serta merta diikuti dengan pergaulan adat pada sebagian besar kaum muda di kota besar.

Dalam era kehidupan yang serba informatif sekarang ini, peranan adat istiadat sebanarnya semakin diperlukan, karena biar bagaimanapun, adat istiadat menunjukkan jati diri kita sebagai bangsa.

-phg-

Sabtu, 16 Juni 2012

Pemimpin Perusahaan

Tidak dapat dipungkiri seorang pemimpin selain mengendalikan perusahaan harus juga mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi tersebut tidak hanya terbatas pada anggota dengan pimpinan, tetapi dalam arti luas interaksi tersebut melibatkan orang-orang dengan siapa organisasi melakukan transaksinya, yaitu dengan klien atau customer, supplier, peers, dan sebagainya. Interaksi tersebut tentu saja tidak akan berlangsung baik dan lancar jika tidak didasari oleh adanya penghargaan antara satu dengan yang lainnya.

Seberapa besar nilai-nilai pelayanan dan sikap positif mendasari para anggotanya akan terbaca dalam konteks hubungan yang terjalin. Dalam hal inilah pemimpin menjadi suatu model bagi para anggotanya. Bagaimana ia bersikap tehadap orang lain, tidak hanya sekedar sebagai pimpinan yang memberi perintah tetapi yang terpenting adalah kemampuannya untuk menjalin secara harmonis dengan tidak hanya mengandalkan rasio semata tetapi mampu menempatkan emosi pada tempat yang semestinya (Crosby, 1996).

Oleh karena itu kepemimpinan dalam perusahaan harus juga ditinjau dari perspektif psikologi dan spiritual. Sebenarnya orang-orang di barat juga sudah mulai membahas sisi spiritual dalam ilmu modern yang mereka kembangkan. Merekapun telah banyak melakukan penelitian-penelitian yang coba menggali sisi spiritual (Dadang Hawari : 2002). Diantara hasil penelitian tersebut adalah apa yang diperoleh oleh Ludenthal dan Star yang membuktikan bahwa penduduk yang religius resiko mengalami stres jauh lebih kecil daripada mereka yang tidak religius dalam kehidupan sehari-harinya. Comstock dkk. dalam penelitiannya juga menyimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan secara teratur disertai dengan berdoa, ternyata dapat mengurangi resiko kematian akibat penyakir jantung koroner, emphysema (penggelembungan paru) dan lever sampai 50 persen.

Dalam penelitian lainnya yang dilakukan oleh Harrington, Juthani, Monakow, dan Goldstein yang mencoba mencari hubungan antara ilmu pengetahuan (neuroscientific) dengan dimensi spiritual. Walaupun belum dapat dibuktikan secara sempurna namun mereka dalam presentasinya yang berjudul Brain and Religion: Undigested Issues meyakini bahwa terdapat god spot dalam susunan saraf pusat manusia. Sebagai contoh, orang yang menderita kecemasan, kemudian diberi obat anti cemas, maka yang bersangkutan akan menjadi tenang. Namun orang yang sama bila memanjatkan doa dan dzikir ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa juga akan memperoleh ketenangan.

Pemimpin Yang Tangguh

Warren Bennis (Managing People is like Herding Cats, 1997) mensyaratkan beberapa karakteristik sebagai pemimpin perusahaan yang tangguh:

Pertama, pengenalan diri. Pemimpin yang tangguh pasti mampu mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Ia akan sering menggunakan jasa pihak lain untuk memberi masukan dan pemahaman atas kepribadiannya. Dengan bekal pemahaman atas dirinya, ia dapat bergerak maju memperbaiki kekurangan, dan melesat jauh bersama kelebihannya.

Kedua, terbuka terhadap umpan balik. Pemimpin yang efektif akan mengembangkan sumber-sumber umpan balik yang bervariasi dan berharga mengenai perilaku dan kinerja dirinya. Ia cenderung memiliki gaya yang terbuka. Dalam proses pembelajaran itu, ia akan menjadi sangat reflektif terhadap apa yang dikerjakannya, kendati itu dapat membuat dirinya rawan terhadap kritik.

Ketiga, pengambil resiko yang selalu ingin tahu. Kebanyakan pemimpin adalah petualang, pengambil risiko, dan selalu ingin tahu, bahkan sangat ingin tahu. Mereka tampak mampu mengambil resiko sangat besar dan membiasakan dirinya selalu terlibat dalam situasi berbahaya. Hampir selalu terjadi, para pemimpin besar mengalami kemunduran, krisis, atau kegagalan dalam kehidupan mereka.

Keempat, konsentrasi pada pekerjaan. Pemimpin yang tangguh adalah orang yang walau berkemampuan kecil dalam hubungan antarpribadi, tapi memiliki tingkat konsentrasi yang luar biasa. Matanya tajam fokus pada pekerjaan, perusahaan, sasaran-sasaran, dan misi-misinya.

Kelima, menyeimbangkan tradisi dengan perubahan. Alfred North Whitehead pernah mengatakan, pemimpin efektif harus memiliki keterikatan, baik dengan budaya maupun kebutuhan perbaikan dan perubahan.

Keenam, bertindak sebagai model dan mentor. Pemimpin yang tangguh akan bangga menjadi mentor, dan merasa menang ketika berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Ia akan menghargai kemenangan itu dengan menjadikan seluruh periode kehidupan sebagai proses belajar, dan memanfaatkan semua pengalaman secara didaktik.

Selain dua rumusan karakteristik di atas, masih banyak lagi rumusan ciri dan karakteristik pemimpin perusahaan yang tangguh dan efektif. Enterprising Nation (1995) mensyaratkan untuk menjadi pemimpin perusahaan yang tangguh harus memiliki delapan kompetensi. Yaitu: people skills, strategic thinker, visionary, flexible and adaptable to change, self-management, team player, ability to solve complex problem and make decisions, dan ethical/high personal standards.

Sedangkan American Management Association (Eighteen Manager Competencies, 1998) menuliskan 18 kompetensi yang harus dimiliki manajer tangguh. Yaitu: efficiency orientation, proactivity, concern with impact, diagnostic use of concepts, use of unilateral power, developing others, spontaneity, accurate self-assessment, self-control, stamina and adaptability, perceptual objectivity, positive regard, managing group process, use of sosialized power, self-confidence, conceptualization, logical thought, dan use of oral presentation.

Jumat, 15 Juni 2012

Tips Untuk Menciptakan Kepuasan Pelanggan

Berusaha memberikan kepuasan kepada para konsumennya menjadi salah satu tugas utama bagi seorang pelaku usaha. Berhasil tidaknya bisnis yang mereka jalankan bahkan ditentukan langsung oleh respon dari para pelanggan. Bila pelanggan merasa senang dengan pelayanan yang diberikan pelaku usaha, maka tidak mustahil mereka akan semakin loyal dengan bisnis tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, bila mereka tidak puas dengan pelayanan yang Anda berikan, maka jangan heran bila mereka akan berbalik memberikan penilaian buruk terhadap bisnis Anda dan tidak akan kembali menggunakan produk atau jasa Anda.

Karena itulah, mengetahui kebutuhan konsumen dan menciptakan kepuasan pelanggan bisa dibilang cukup penting untuk menjaga kelangsungan hidup peluang usaha yang Anda jalankan. Lalu, bagaimana caranya menciptakan kepuasan pelanggan?

Berikut ini kami informasikan kepada para pembaca mengenai 8 rahasia sukses untuk menciptakan kepuasan pelanggan.

1. Produk (barang atau jasa)

Poin pertama yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yaitu kualitas produk yang Anda tawarkan. Baik produk berupa barang maupun jasa, sebisa mungkin berikan nilai tambah pada produk Anda sehingga memiliki daya saing yang cukup kuat dan tidak kalah bagus dengan produk lainnya yang ada di pasaran. Hal ini penting karena semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin kecil pula peluang konsumen untuk berpaling ke produk lain.

2. Harga produk

Tak bisa dipungkiri lagi bila faktor harga selalu memegang peranan penting untuk menarik perhatian konsumen. Selain kualitas produk yang terjaga, konsumen selalu mempertimbangkan faktor harga sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli produk atau jasa. Karena itulah, penting bagi Anda untuk menyesuaikan harga produk yang ditawarkan dengan target pasar yang telah Anda tentukan. Bila target pasar Anda kalangan masyarakat menengah ke bawah, maka tawarkan harga yang cukup terjangkau. Namun bila target Anda adalah kaum menengah ke atas, maka berikan produk yang paling berkualitas sesuai dengan mahalnya harga yang telah Anda tawarkan.

3. Lokasi Usaha

Selain kualitas produk dan harga, lokasi usaha yang strategis dan mudahnya akses kendaraan menuju lokasi usaha tersebut, memberikan kepuasan tersendiri bagi para konsumen. Semakin strategis lokasi yang Anda miliki, maka akan semakin mempermudah para pelanggan untuk mengunjungi bisnis yang Anda jalankan. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila para pelanggan akan sering mampir membelanjakan uangnya ke tempat usaha Anda.

4. Strategi promosi

Kegiatan promosi yang Anda jalankan menjadi salah satu daya tarik bagi para konsumen untuk mengunjungi bisnis Anda sesering mungkin. Konsumen sangat senang dengan penawaran khusus yang memberikan keuntungan besar bagi mereka, misalnya saja seperti event potongan harga (diskon) pada hari-hari libur, atau memberikan bonus khusus bagi para pelanggan yang melakukan transaksi pembelian diatas nominal tertentu.

5. Kualitas pelayanan yang diberikan

Mendapatkan pelayanan prima tentunya menjadi dambaan setiap calon konsumen. Ibarat kata “Pembeli adalah raja” mereka menginginkan pelayanan optimal atas harga yang telah mereka bayarkan. Karenanya, penuhi kebutuhan konsumen Anda dan biarkan loyalitas mereka mulai terbangun secara bertahap.

6. SDM handal, ramah dan sopan

Setiap pelanggan pastinya ingin dilayani oleh pegawai atau tenaga kerja yang benar-benar handal, sopan dan juga ramah terhadap pelanggannya. Tak jarang terjadi komplain dari para pelanggan apabila pelayanan yang diberikan pedagang maupun tenaga kerjanya kurang memuaskan hati konsumen, karena itu biasakan budaya 3S+1A (Senyum, Salam, Sapa dan Antusias) terhadap semua pelanggan yang Anda hadapi.

7. Pelayanan cepat dan Tepat

Nah, disamping ingin dilayani oleh SDM yang berkualitas. Para pelanggan juga menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat. Mereka tidak suka menunggu terlalu lama untuk produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jadi, sebisa mungkin perhatikan manajemen waktu yang paling tepat, agar tidak ada pelanggan yang merasa terabaikan karena harus menunggu produk atau jasa dalam kurun waktu yang cukup lama.

8. Bangun kepercayaan pelanggan dengan bukti nyata

Ketika Anda mempromosikan sebuah produk atau jasa kepada calon konsumen baru, bisa dipastikan mereka tidak akan langsung percaya sebelum melihat atau merasakan sendiri bukti nyata dari omongan Anda. Oleh sebab itu, berikan bukti kepada para konsumen sebelum akhirnya mereka memberikan imbal balik bagi perusahaan Anda. Bila produk atau jasa Anda berhasil memuaskan konsumen, maka konsumenpun akan loyal dan tidak ragu untuk mempromosikannya kepada konsumen lainnya.

Semoga informasi strategi pemasaran untuk pekan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, penuhi kebutuhan konsumen Anda dan dapatkan untung besar dari loyalitas yang mereka berikan terhadap bisnis Anda. Salam sukses.

sumber: http://bisnisukm.com

-pHg-

Senin, 07 Mei 2012

Perusahaan Dan Sumber Daya Tidak Trampil

Penat rasanya hari ini, setelah seharian bekerja, berfikir dan melaksanakan tanggung jawab dan beban kantor yang seakan tiada pernah habisnya. Keseharian yang tipikal dari kota besar seperti Jakarta, yang serba sibuk dengan apa saja. Kegiatan dan pekerjaan kantor biasanya akan menjadi beban yang memerlukan perhatian tinggi, apabila menghadapi masalah komplain dan sebagainya. Komplain bisa berasal dari internal dan bisa juga berasal eksternal.

Pada pekerjaan yang memberikan jasa pelayanan, kepuasan pelanggan adalah merupakan kunci dari keseluruhan aktivitas perusahaan. Problem terjadi bila sumber pelayanan dari perusahaan tidak dapat bekerja dengan optimal karena sumber daya tidak menguasai skillnya sebagai pemberi jasa yang berkualitas. Hal ini bisa menyebabkan, delivery atau pemberian jasa dari perusahaan akan menjadi beban buat perusahaan, karena akan menerima komplain sebagai imbalan dari jasa yang diberikannya daripada revenue.

Yang menambah buruk suatu perusahaan jasa, bukan saja karena ketidakmampuan sumber daya perusahaan yang memberikan layanan yang berkualitas, namun juga adanya pekerjaan sampingan dari para sumber daya yang berada di perusahaan dalam rangka memberikan jasa pelayanannya secara pribadi. Prilaku seperti ini banyak didapati oleh perusahaan yang memiliki sumber daya yang memberikan pelayanan jasa sebagai bagian inti dari kegiatan usahanya.

Biasanya, semakin terampil dan berkualitas jasa pelayanan dari sumber daya perusahaan, maka akan ada indikasi sumber daya tersebut melayani tugasnya atau memberikan jasanya secara pribadi kepada para pelanggannya. Hal ini, biasanya dialami oleh perusahaan yang memiliki sumber daya trampil. Tetapi pada beberapa kasus, sumber daya perusahaan yang tidak trampil pun akan memberikan pelayanan ketrampilan seadanya sesuai bidangnya secara pribadi kepada para pelanggan perusahaannya. Dan, hal ini banyak diminitai oleh para konsumer, karena dengan mendapat pelayanan secara pribadi, harga yang dihasilkan oleh sumber daya tersebut cenderung lebih murah daripada harga yang diberikan oleh perusahaan.

Dalam keterbatasan lowongan pekerjaan dewasa ini, hal seperti ini merupakan paradoks yang dialami oleh perusahaan. Disisi lain, ketika menghadapi sumber dayanya, perusahaan dituntut untuk selalu memberikan kesejahteraan kepada karyawannya, disisi lain, karyawan dengan tuntutan ekonomi memberikan jasa yang sama kepada para pelanggan perusahaan secara pribadi dengan harga yang relatif lebih murah.

Kondisi seperti ini bisa membawa ke situasi dimana perusahaan tidak dapat mempertahankan kegiatannya karena rongrongan oleh sumber dayanya sendiri.

-pHg-


Senin, 30 April 2012

Perjuangan Hak Dan Kesejahteraan Buruh Yang Tak Pernah Selesai

Menyikapi hari buruh internasional yang tanggal 1 Mei diagendakan setiap tahun diseluruh dunia merupakan aksi solidaritas dari kaum buruh/pekerja dalam memperjuangkan hak nya demi kesejahteraan. Tidaklah berlebihan apabila dalam memperingati hari jadi maupun hari solidaritasnya hanya pada saat Hari Buruh lah bentuk aksi peringatan yang dilakukan melalui demo oleh para buruh/pekerja.

Sejarah terjadinya Hari Solidaritas Buruh yang penuh dengan perjuangan para buruh/pekerja di Amerika Serikat dalam menuntut hak dan kesejahteraannya puluhan tahun lalu telah menimbulkan aksi yang direspon oleh para buruh/pekerja di seluruh dunia, apalagi setelah Organisasi Buruh diberbagi negara telah mendeklarisakan tujuannya secara bersama. 

Di negara kita, hari buruh internasional juga diselenggarakan dengan menggunakan cara demo dari para buruh/pekerja setiap tahunnya. Tentunya hal ini memberikan penjelasan bahwa hak dan kesejahteraan buruh masih perlu dilakukan perjuangan yang tiada henti di negara ini. Keterpurukan ekonomi dan juga ketidak jelasan akan masa depan yang dihadapi oleh para buruh/pekerja merupakan cerminan carut marutnya kondisi perburuhan yang ada sekarang. Masalah sosial yang mengikutinya seakan tidak akan pernah habis dialami oleh para buruh, sementara dilain sisi, keberpihakan pemerintah terhadap para pengusahanya merupakan anomali yang kontradiktif. Pembayaran upah yang minim, serta ketidakjelasan hak lainnya menjadi hal yang sangat umum ditemui di negara ini.

Pada tahun ini, pemerintah memberikan kabar yang katanya dapat menjadi kado buat kaum buruh, yakni :
1. Peningkatan penghasilan tidak kena pajak dar 1,3 juta menjadi 2 juta per bulan.
2. Rencana pembangunan rumah sakit buruh
3. Wacana transportasi murah di dalam kawasan industri
4. Rencana rumah susun sewa (rusunawa) untuk buruh 

Pemerintah dalam mengumumkan hal tersebut menyebutkan hal inin adalah istimewah, dan terkesan merupakan kado dari pemerintah untuk buruh/pekerja. Namun, kalau dilihat dan diperhatikan lebih seksama, belum ada satupun yang merupakan hal yang sudah jadi. Tiga dari empat kado tersebut masih merupakan rencana, bahkan ada yang masih wacana, sedangkan untuk poin pembebasan pembayaran pajak untuk buruh yang berpenghasilan sampai dengan dua juta masih merupakan angan-angan. Jadi, kado yang diberiakan, belum satupun yang terealisasi. Sementara kalau dilihat secara mendalam isi dari kado pemerintah terhadap buruh masih merupakan hal-hal yang sifatnya normatif yang merupakan kewajiban pemerintah terhadap warganya negaranya yang terdiri dari buruh/pekerja dan bukan merupakan isu yang dituntut atau diharapkan oleh kaum buruh/pekerja tersebut.

Sebenarnya, tuntutan para buruh/pekerja di negara ini sangat sederhana, yakni bagaimana keberpihakan pemerintah dan perhatian pemerintah dalam menyikapi persoalan buruh/pekerja nya. Buruh yang menerima upah minim, jam kerja yang panjang, ketidakjelasan kontrak kerja, sampai dengan buruh/pekerja dibawah umur, perlindungan tenaga kerja indonesia di luar negri dan jaminan kesejahteraannya.

Semoga saja pada hari solidaritas buruh sedunia kali ini, dapat menjadi agenda pemerintah agar dapat secara lantang ikut memperjuangkan nasib para buruh/pekerjanya dan bukan menjadi penghalang bagi ketersediaan kesejahteraan yang sangat diidamkan oleh buruh/pekerja kita.

Salam hari solidaritas buruh sedunia.

-phg-

Minggu, 29 April 2012

Perusahaan Jasa Riskan Masalah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa, kita selalu menjalankan sesuatu dengan apa adanya, sesuai dengan karakter dan kebiasaan yang sudah tercipta sebelumnya. Kebiasaan yang sudah menjadi budaya bahkan karakter akan selalu melekat dalam diri seseorang tanpa disadari. Dalam keseharian dan perjalanannya, akan selalu menjadi rutinitas yang tiada henti, dan meniadakan perkembangan maupun kondisi sekeliling yang sudah mengalami gradasi penilaian bahkan perubahan yang signifikan. Ada sesuatu yang harus dilakukan apabila ingin suatu hal menjadi baru dan itu merupakan langkah yang progressif.

Sesuatu yang progressif akan sangat menakutkan, karena akan membuat perubahan. Perubahan yang terjadi akan sangat tidak terbayangkan, dan akan menjadi hal yang terlanjur tidak disukai. Pada era globalisasi ini, diperlukan perubahan itu, dan itu dapat menyangkut segala bidang.

Dalam dunia usaha, dimana kegiatan bisnis dari usaha tersebut bersifat statis, akan sangat dipastikan bakal mengalami degradasi nilai perusahaan tersebut. Keterkaitan satu bidang dengan bidang lainnya akan sangat kentara secara kinerja. Bidang usaha yang paling riskan dalam mempengaruhi nilai perusahaan adalah bidang usaha jasa. Jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan adalah berasal dari sumber daya yang ada. Sekaligus sumber daya penyedia jasa merupakan titik paling vocal dan rawan dalam mempengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Kemampuan manajerial untuk selalu berhubungan baik dengan customernya serta memperoleh potensial customer akan sangat mengandalkan pelaku jasa tersebut,dalam hal ini adalah sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Bagaimana membuat keseimbangan antara sumber daya pelaku penyedia jasa dan manajemen dapat dibuat selaras dengan kondisi yang diarahkan oleh manajemen agar dapat mengangkat niali perusahaan secara konsisten merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi oleh perusahaan secara bersama.

Ada beberapa ciri dari perusahaan yang berorientasi jasa yang harus dipertimbangkan, yakni :
a. kemampuan sumber daya manusia yang handal dalam pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari. Artinya, perusahaan membutuhkan sumber daya yang menguasai bidangnya dalam menyalurkan jasa kepada para customernya untuk dapat dipercaya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang tersebut. Ketidak seimbangan akan terjadi, apabila sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan ternyata tidak memenuhi kualifikasi ketrampilan untuk menyalurkan jasa tersebut kepada para customernya.
b. kesadaran dan kekuatan yang dilakukan secara bersama antara manajemen beserta sumber daya pelaku penyedia jasa.Hal ini merupakan suatu kekuatan yang sinergi antara pelaku penyedia jasa yang bersentuhan dengan penyaluran jasa ketrampilannya dengan manajemen yang bersentuhan dengan customernya melalui hotline ataupun komunikasi virtual lainnya. Inkonsistensi bisa terjadi apabila salah satu pelaku penyedia jasa memberikan informasi yang buruk mengenai perusahaan terhadap customernya, hal ini akan sangat berdampak sangat tidak menguntungkan buat perusahaan secara keseluruhan.
c. perusahaan memiliki pesaing yang terus menerus memberikan kelemahan kepada perusahaan melalu sumber daya yang ada, baik itu pelaku lapangan maupun manajemen. Kerentanan perusahaan dalam menajalankan usahanya sebagian besar dipengaruhi oleh prilaku sumber daya manusianya. Apabila sumber daya menusianya memberikan perilaku yang tidak menguntungkan kepada customer dan juga para pesaingnya, dapat dipastikan, perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama dalam pengelolaan usahanya. Perusahaan hanya akan terjaga dari segala permasalahan yang timbul akibat dari dirinya sendiri, yakni bagaimana memberikan jasa yang baik dan benar kepada customernya tanpa memberikan informasi lain yang tidak menguntungkan perusahaan. Curahan hati para pekerja dalam perusahaan jasa akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan jasa, apalagi curahan hati tersebut disampaikan kepada customer maupun para pesaingnya.
d, kesadaran yang penuh dari seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan tersebut adalah bahwa perusahaan sangat tergantung dari kekompakan seluruh sumber dayanya. Apabila ini tidak terjadi, maka dipastikan penyaluran jasa akan sangat tidak menguntungkan dalam masalah ini.

Bidang usaha jasa merupakan bidang yang sangat riskan dan akan selalu menjadi dinamis, karena sebagian besar pergumulannya adalah sumber daya manusia.


-phg-





Kamis, 19 April 2012

Geng Motor

Geng motor saat ini begitu mencuat dan membuat berita head line diberbagai kota di Indonesia. Mencuat karena, geng motor telah membuat sejarah baru, yakni dengan begitu banyaknya anggota dalam satu kelompok, beriringan ditengah malam dengan menebar horor. Mendengarnya terasa mengerikan, dalam semalam saja gerakan geng motor ini telah mampu memporak-porandakan keamanan Jakarta.

Sungguh peristiwa tragis yang kita lihat dari berita media, ternyata terdapat korban manusia dalam keganasan yang dilakukan oleh geng motor ini. Aksi balas dendam merupakan motif utama dari ratusan orang penunggang geng motor penebar maut tersebut.

Sangat menarik, bila kita lihat perilaku para pemuda/remaja bangsa ini. Selain tawuran pelajar, tawuran mahasiswa, tawuran massa pendukung kesebelasan, tawuran penduduk yang bertetangga sebelahan, sampai tawuran antar komunitas, kali ini akan muncul tawuran antar geng motor. Mungkin peristiwanya akan sama seperti film Mad Max, tawuran di atas sepeda motor. Bisa akan sangat menegangkan, kalau ini terjadi.

Perilaku agressif yang timbul saat ini memperlihatkan betapa rentannya bangsa ini dengan segala bentuk provokatif dan motifnya. Aksi balas dendam mungkin saat ini merupakan alasan yang sangat banyak digunakan untuk timbulnya anarkisme, selain alasan lain yang terkadang sifatnya sangatlah sepele.

Bangsa ini sedang dalam keadaan sakit secara mental dan psikis, banyak sekali peristiwa anarkis melibatkan generasi mudanya. Bagaimana ini akan berlanjut sampai ke depan, dimana tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini sangatlah kompleks dan kronis pada masalah-masalah sosial, ekonomi dan lainnya. Sungguh suatu pencapaian yang tidak menyenangkan yang dihadapi oleh suatu bangsa yang bermartabat.

-pg-

Kamis, 15 Maret 2012

Perbudakan Dalam Hedonisme

Keserakahan adalah bagian dari kehidupan kapital yang mengagungkan hedonisme sebagai gaya hidupnya. Betapapun konsekwensinya, buat kapitalis, tidak ada yang tidak dilakukan demi tercapainya tujuannya.

Dalam kehidupan, pekerjaan dan prosesnya, selalu saja harus ada yang dikorbankan dalam pencapaian suatu tujuan, yakni hedon. Prilaku pebisnis saat ini tidak jauh beda dengan sikap hedon, tidak perduli dalam pencapaiannya harus mengorbankan orang yang bekerja padanya maupun perusahaannya sendiri.

Sudah banyak yang kita ketahui dalam berita dan informasi bahwa posisi pekerja hampir tidak memiliki posisi tawar sama sekali terhadap perusahaan maupun para pemiliknya yang hedon. Sisi gelap pekerja kita dalam mempertahankan kehidupannya tidak banyak diekspos, seakan sudah menjadi rahasia umum bahwa nasib pekerja adalah budak dari sistim kapitalis serta pemilik perusahaan.

Rasanya ingin marah dan jengkel luar biasa ketika mengetahui pemilik usaha di perusahaan tempat kerja kita bersikap hedon dan tidak perduli dengan para karyawannya. Perilaku para pengusaha yang menguras sendiri pundi keuangan perusahaannya serta menelantarkan karyawannya adalah hal yang sangat memprihatinkan. Perilaku perbudakan yang dilakukan terhadap pekerja oleh pemilik perusahaan merupakan hal yang sangat bertentangan dengan moral kehidupan. Kejadian seperti ini banyak sekali terjadi saat ini.

Kenaikan harga BBM yang menjadi lokomotif buat kenaikan harga lainnya membuat kalangan pekerja semakin terjepit oleh keadaan yang serba susah ini. Nasib para pekerja seakan semakin terpinggirkan oleh perilaku para pengusahanya yang sangat hedonis.

Selasa, 13 Maret 2012

Kepasrahan Sebagai Modal Hidup

Saat ini merupakan bulan Maret 2012, satu bulan sebelum kenaikan bahan bakar minyak kembali akan dinaikkan lagi harganya oleh Pemerintah. Persiapan sudah dilakukan dari berbagai kalangan, baik dari Pemerintah, Pengusaha, maupun oleh warga masyarakat. Persiapan yang dimaksud bisa beragam motifnya, dari sisi Pemerintah, kenaikan BBM kali ini dipersiapkan dengan mengkompensasi kenaikan tersebut dengan subsidi lain yang berbentuk tunai sampai dengan pencegahan penimbunan dan kelangkaan BBM. Sedangkan disisi Pengusaha, kenaikan BBM kali ini disiasati dengan berbagai cara, dengan membuat pengetatan anggaran operasional sampai dengan rasionalisasi.

Masalah muncul, ketika Masyarakat tidak dapat berkelit dari himpitan kenaikan BBM kali ini. Tidak ada persiapan sama sekali yang dapat dilakukan oleh masyarakat menyangkut hal ini. Kepasrahan masyarakat menyikapi hal ini membenamkan kemarahan dan kegeraman yang bisa timbul dan meledak-ledak pada waktunya. Terbayang, kedepan himpitan hidup akan semakin menemani dan akan selalu melekat seiring dengan beban yang akan dijalani.

Persoalan pendidikan, ekonomi, akses kesehatan serta kesempatan kerja merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat kita saat ini, kemarin dan sampai kedepannya. Entah bagaimana bentuk kepasrahan masyarakat kita dapat secara utuh meredam ketidak adilan yang terjadi diberbagai sektor kehidupan.

Wajah muram, gelisah serta ketidak jelasan sekarang ini tergambar jelas dan umum pada masyarakat kita. Kekhawatiran akan menghadapi beratnya persoalan hidup disikapi dengan berbagai cara. Kesadaran akan makin ketatnya persaingan membuat segalanya dapat berubah dan dirubah. Prilaku hedonis dari para pembesar dan pejabat menambah daftar kepahitan yang ditelan oleh masyarakat.

Lalu bagaimana kita menyikapinya,,,


-pHg-

Sabtu, 18 Februari 2012

Pendidikan Dan Bisnis

Pendidikan, suatu kata yang sarat dengan makna yang bernuansa keilmuan,wawasan,kearifan,pengetahuan kedewasaan dan lainnya yang berhubungan dengan sesuatu yang baru dan dapat dipelajari atau diajarkan, sedangkan Bisnis memiliki makna yang sarat dengan ekonomi, keuntungan,prilaku pasar,kemapanan, atau hal lain yang berhubungan dengan pemamfaatan sesuatu secara ekonomi.

Sungguh dua kata yang memiliki ciri dan karakter yang berbeda dan cenderung tolak menolak. Pendidikan disatu sisi bisa dianggap sesuatu kata yang memiliki sifat sosial yang kental dilain pihak bisnis berkonotasi memperalat sifat sosial sebagai bahan dasar analisanya.

Sejarah mencatat, bahwa republik ini memiliki persoalan pendidikan yang panjang. Ketidak mampuan pengelola negara dalam menjalankan amanat konstitusinya untuk memberikan pendidikan yang layak, terjangkau dan merata ke semua warga negaranya menjadi momok yang paling kental. Sedangkan hal lain yang berhubungan dengan bisnis merupakan suatu problema tersendiri, dimana akses untuk pengelolaannya masih dinikmati oleh sebagian saja masyarakatnya.

Berangkat dari ketidak mampuan pengelola negara dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi masyarakatnya, kini pendidikan mendekati aksioma bisnis dalam pengelolaannya dalam menghidupi keberadaanya. Bisnis kali ini memiliki potensi tersendiri untuk masuk kedalam bidang pendidikan, disisi lain pendidikan kini sudah mulai menumbuh kembangkan keberadaannya dengan mengadopsi prilaku bisnis.

Pencampuran dua kata yang memiliki karakter bertolak belakang ini, menimbulkan suatu aksioma tersendiri dalam masyarakat. Pendidikan yang sejatinya menjauhkan hal-hal yang bersifat bisnis kini berteman sangat dekat dalam pengelolaannya. Nilai pendidikan menjadi sangat tergantung kepada nilai lain yang berhubungan dengan bisnis. Bahkan, cenderung muncul tampilan tersendiri dari pencampuran tersebut, yakni pendidikan itu mahal.

Lalu, hal apa saja sebenarnya yang menjadikan pembenaran bahwa pendidikan itu mahal.
Refleksi ini akan terasa saat mendekati tahun ajaran baru.
Selamat menikmati pendidikan dan bisnis.

-pHg-

Jumat, 17 Februari 2012

Pencitraan Politik

Menjadi seorang yang terkenal di masyarakat apalagi menjadi suatu ikon penting dan sensitif dalam masyakat sepertinya tidak mudah bagi seseorang untuk mendapatkannya. Diperlukan pencitraan yang benar-benar terukur dan terstruktur untuk membuat seseorang bisa menjadi ikon tertentu. Program pencitraan tidaklah murah, cenderung mahal dan sulit dilakukan oleh orang awam. Dibutuhkan dana, team pendukung, serta pencitraan yang melibatkan media yang bisa mengekspose secara masif untuk ini.

Seorang politisi bisa menjadi sangat terkenal, bahkan cenderung menjadi ikon isu sensitif bagi partainya, pastilah merupakan aset yang sangat berharga bagi partai politik tersebut. Aset tersebut bisa sangat berpengaruh pada kehidupan partai politik tersebut, bisa dibilang cenderung menyatu dengan naik turunnya pamor partai tersebut.

Politik pencitraan, beberapa tahun belakangan ini menjadi sangat dikenal di masyarakat. Mengikuti metoda teknik pemasaran dari perusahaan-perusahaan besar dalam memperkenal produk andalannya, pencitraan politik juga hampir lebih memiliki pola yang sama. Dalam mengangkat isu sensitif, tidak segan-segan partai politik memajukan elitnya untuk dapat menjadi ikon tertentu yang tentunya diharapkan dapat menarik minat dan simpatik rakyat kepada partai tersebut.

Menurut perhitungan dan analisa partai yang membuat pencitraan, tidak terdapat kecacatan maupun analisa lain yang dimasukkan dalam perhitungan, kecuali analisa politik. Hal ini merupakan suatu analisa yang mengutamakan sasaran jangka pendek dibandingkan dengan sasaran jangka panjang. Ketika disadari, banyak sekali elit politiknya tidak sesuai dengan jargon atau pencitraan tertentu, aksi tutup mata bahkan prilaku defensif yang berskala kuat di praktekan. Prilaku defensif inilah yang justru akan menimbulkan suatu arus balik dari pencitraan yang dijalankan selama ini. Bila tidak lekas diperbaiki, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah, program pencitraan tersebut akan menjadi tidak berguna sama sekali dan cenderung kontra produktif.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, bahwa teknik pencitraan politik ini mengadopsi prilaku manajemen marketing, maka harus dilihat dan disadari adanya life cicle produk pencitraan tersebut. Saat life cicle menunjukkan penomena menurun dan cenderung negatif, maka harus dilakukan teknik rebranding terhadap produk tersebut.

Bagi masyarakat, yang utama adalah bukan karena pencitraan tersebut yang dapat mengambil simpatik hati rakyat. Bagaimana kejujuran suatu partai politik untuk dapat membangun bangsa dan negara ini tanpa adanya obsesi, kepentingan maupun maksud-maksud tersembunyi lain yang dapat merugikan negara ini dan mencerai kepercayaan rakyat. Kecintaan pada rakyat secara total yang didamba dari para elit politik ini, agar dapat membuat rakyat merasa diperhatikan, dan dapat mencintai para elit politik pilihannya.

-pHg-

Kamis, 16 Februari 2012

Pencapaian dan Cita-cita

Pencapaian seseorang dalam mengarungi kehidupan dan masa depannya tak terlepas dari cita-cita nya yang selama ini dikejar. Pencapaian yang sempurna dan dianggap berhasil kemungkinan besar adalah karena pencapaian tersebut sesuai dengan cita-cita yang didambakannya. Demikian sebaliknya pencapaian akan dianggap kurang berhasil apabila tidak sesuai dengan cita-cita yang diharapkannya. Adegium tersebut mungkin benar dan mungkin saja tidak. Pencapaian seseorang memang tidak selamanya berjalan lurus sesuai dengan cita-citanya selama ini.

Ketidakberhasilan seseorang dalam menggapai cita-citanya tidak bisa juga dibilang suatu kegagalan. Pencapaian dan cita-cita memang akan terasa sangat banyak apabila kita mau jujur menginvetarisnya dalam bentuk list. Seseorang yang telah berhasil dalam suatu bidang, entah sebagai pegawai, karyawan, pengusaha, olahragawan, ilmuwan, seniman dan lainnya kadang tidak berkolerasi positif dengan ap yang dicita-citakan selama ini. Pencapaian bisa dibilang suatu proses kehidupan dimana langkah demi langkah dinikmati dengan penuh ucapan syukur atas pencapaiannya selama ini, sedangkan cita-cita adalah penggambaran keinginan seseorang yang terpendam dan menjadi obsesi yang mendalam untuk suatu saat dapat menikmati pencapaian tersebut sesuai cita-cita.

Sebagai seorang pegawai, pencapaian yang didapat tidaklah bebas di ekspresikan sesuai dengan kehendak cita-cita. Liku-liku dalam meraih suatu pencapaian tidaklah mudah, bahkan terkesan berjalan sangat perlahan, bila tidak dikatakan mundur. Suatu pencapaian tidak selamanya membuat seseorang merasa sudah mendapatkan hal yang diinginkannya. Kadang pencapaian tersebut sangatlah berlawanan dengan kehendak, isi hati maupun cita-cita seseorang.

-pHg-

Senin, 13 Februari 2012

Prahara Di Jalan Raya

Baru-baru ini kita mendengar banyak peristiwa kecelakaan di jalan raya yang menyebabkan luka-luka maupun kematian. Rasanya miris sekali melihat kejadian tersebut, mengingat jalan raya merupakan hal yang sangat umum buat aktifitas sehari-hari. Untuk berangkat menuju kantor, sekolah, pasar maupun aktifitas lainnya, kita selalu menggunakan jalan raya.

Di kota besar, fasilitas jalan hampir merata disemua lingkungan, begitu juga di pedesaan, jalan raya merupakan hal yang bisa dilihat dan dinikmati masyarakatnya. Infrastruktur berupa jalan raya memiliki peran penting dalam roda perekonomian. Berkembang tidaknya suatu daerah dapat ditandai dengan adanya akses jalan menuju ke daerah tersebut.

Prahara yang terjadi di jalan raya biasanya melibatkan pengendara kendaraan dan kepatuhan dalam mengendara. Selain itu kualitas kelayakan jalan suatu kendaraan juga merupakan faktor pendukung keselamatan dalam berkendara. Hal tersebut di atas, banyak sekali diabaikan oleh para pengendara kendaraan, seperti berprilaku kebut-kebutan, saling serobot, rem kendaraan yang tidak bagus serta kondisi buruk lainnya yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun prahara di jalan raya.

Di kota besar, khususnya Jakarta, kondisi di atas banyak sekali dijumpai. Tidak saja pengendara roda empat, bahkan pengendara roda dua pun memperlihatkan prilaku tidak layak bila berada di jalan raya. Dari mulai berjalan di trotoar sampai menerobos lampu merah atau persilangan kereta api, banyak sekali terjadi di Jakarta. Kendaraan umum merupakan momok yang menakutkan, apabila sudah berada di jalan raya. Seakan seperti menjelma menjadi sang maut, pengendara kendaraan umum di Jakarta sangatlah berbahaya bila berada di jalan raya. Bus besar, metromini, truk, angkot sampai ojeg merupakan urut-urutan kendaraan umum yang paling berbahaya di jalan raya.

Cara berkendara yang ugal-ugalan kerap diperlihatkan oleh para pengendara angkutan umum, yang sangat merugikan pengendara lain bahkan cenderung membahayakan. Sepertinya, setiap hari ada saja kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum sebagai penyebabnya.

Hanya saja, saat ini, pengendara kendaraan pribadipun sudah mulai terjangkit prilaku buruk berkendara. Kondisi yang tidak fit, masih terpengaruh alkohol atau obat-obatan, sampai dengan kebut-kebutan ala sirkuit juga dilakukan. Beberapa kali sudah, kolam pancuran di tengah jalan Sudirman, Jakarta, menjadi tempat mendaratnya kendaraan pribadi yang ugal-ugalan. Sampai dengan peristiwa mengerikan dimana, kendaraan minibus pribadi menyeruduk naik ke trotoar yang ramai dengan pejalan kaki. Sungguh mengenaskan, prahara di jalan raya.

-pHg-

Kamis, 12 Januari 2012

Tahun 2012 -Semangat

Selamat Tahun Baru 2012...
Setelah melalui banyak sekali rintangan dan cobaan pada sepanjang tahun sebelumnya, masih terasa beban yang mengganjal yang harus dihadapi di tahun 2012 ini. Berbagai persoalan hidup yang penuh liku, menjadi pengalaman berharga untuk lebih mawas diri menghadapi persoalan.

Semangat, merupakan kata kunci untuk bisa bertahan dan menghadapi semua.

-pg-